Ini Alasan Investasi Properti 2019 Kurang Diminati Investor

Konsultan Properti Colliers International Indonesia menjelaskan investasi di sektor properti, terutama apartemen sepanjang 2018 belum menunjukan pemulihan menyusul laju suplai dan permintaan apartemen yang tidak seimbang.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam penyampaian di Jakarta, Rabu, menyatakan salah satu hal yang menciptakan rendahnya minat investasi hunian apartemen ialah imbal hasil yang tidak lebih besar dikomparasikan produk surat berharga (obligasi) dan deposito.

"Kami menggali tahu mengapa penjualan apartemen tidak bagus. Ternyata produk investasi lain laksana SBR004 imbal hasilnya 7,10 persen, ORI 015 imbal hasilnya 7 persen, deposito yang paling gampang diakses masyarakat pun sebesar 6,5 persen. Dibandingkan dengan apartemen melulu 5,5 persen sebab harga sewanya belum naik, bahkan ingin terkoreksi," jelasnya.

Ferry mengakui imbal hasil investasi apartemen memang turun menyeluruh yakni sebesar 10,2 persen pada 2013 menjadi nyaris separuhnya pada 2018.

"Dibandingkan ritme deposito yang ingin stabil, risikonya jauh lebih rendah (deposito) dikomparasikan apartemen. Apartemen ini sewanya pun rendah dan belum tentu tersewa sebab permintaan dari ekspatriat pun melambat," imbuhnya.

Kecenderungan masyarakat yang ketika ini lebih memilih menabung, dinamakan Ferry pun menjadi hal pendorong rendahnya penjualan apartemen.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel