Sejarah Asuransi Sebelum Masehi
Selasa, 02 Oktober 2018
Asuransi Sebelum
Masehi - Sebagaimana pada umumnya,
manusia mempunyai naluri selalu berusaha untuk menyelamatkan jiwanya dari
berbagai ancaman terhadap dirinya, termasuk ancaman kekurangan makanan/ pangan.
Salah satu riwayat mengenai masalah ini tercantum pada Al-Qur’an Surat Yusuf
ayat 43-49 dan Kitab Injil Testamen Lama Genesus 41, yang meriwayatkan tentang
seorang Raja di Negeri Mesir yang bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang kurus
masing-masing menelan seekor sapi yang gemuk. Dalam mimpinya yang kedua, raja
tersebut melihat tujuh butir gandum yang berat dan berisi dimakan habis oleh
tujuh butir gandum yang kosong. Nabi Yusuf A.S. memberikan saran agar pada saat
panen yang melimpah tersebut dibuat sebagian cadangan gandum untuk masa
paceklik yang akan datang.
Selain itu, sebuah buku kuno
dari India yang dinamakan Rig Veda yang ditulis dalam Bahasa Sansekerta
menyebutkan riwayat tentang Yoga Kshema yang berarti pertanggungan. Riwayat
tersebut adalah bukti bahwa manusia senantiasa memikirkan dan mempersiapkan
kehidupan masa depannya.
Penelitian para ahli terhadap sejarah pertumbuhan asuransi banyak yang
menyoroti bahwa bottomry contract ini merupakan awal terbentuknya asuransi.
Bottomry contract adalah suatu cara pembiayaan perdagangan yang mempunyai sifat
khusus. Riwayatnya yaitu sekitar tahun 2.250 sebelum masehi Bangsa Babylonia
yang hidup di daerah Sungai Euphrat dan Tigris (sekarang wilayah Irak). Pada
waktu itu, pedagang atau pemilik kapal dapat mengambil barang- barang dagangan
untuk dijual ke tempat-tempat lain tanpa membayar harga barang tersebut
terlebih dahulu, namun mereka diwajibkan untuk membayarnya kelak dengan
pembayaran bunganya dan ditambah pula dengan sejumlah uang sebagai imbalan atas
risiko yang telah dipikul oleh pemberi barang. Akan tetapi, jika ternyata
barang-barang tersebut dirampok dalam perjalanan, maka para pedagang akan
dibebaskan dari kewajiban tersebut. Kontrak perjanjian ini mirip dengan
asuransi dalam bentuknya yang masih primitif.
Tahun 600 Sebelum Masehi.
India sudah mengenal praktek bottomry contract.
Tahun 400 Sebelum Masehi.
Dari tulisan Plutarach dan cerita mengenai Demostinus, didapat suatu petunjuk
bahwa Yunani pun sejak tahun 400 sebelum masehi telah mengenal praktik bottomry
contract.
Tahun 215 Sebelum Masehi.
Pada tahun 215 sebelum masehi, pemerintah Kerajaan Romawi diminta oleh para
supplier perlengkapan dan perbekalan tentara kerajaan untuk menerima suatu
konsepsi pemberian perlindungan kepada mereka terhadap segala risiko kerugian
yang mereka derita atas barang-barang mereka yang berada di kapal sebagai
akibat bahaya maritim/ pelayaran, seperti serangan musuh dan badai.
Tahun 50 Sebelum Masehi.
Cicero, pada kira-kira 50 tahun sebelum masehi memberi penjelasan tentang
praktik pemberian perlindungan atau jaminan terhadap keselamatan pengiriman
uang atau surat-surat berharga selama dalam perjalanan. Sebagai imbalannya,
pihak yang diberi perlindungan tersebut memberikan semacam balas jasa berupa
uang premi kepada pihak pemberi perlindungan.
Tahun 50. Kaisar Claudius
mengeluarkan suatu jaminan kepada para importir/ pemasok barang terhadap semua
kerugian yang mereka derita sebagai akibat angin badai, tentunya dengan
dikenakan premi.
Tahun 200. Para saudagar dan
aktor di Italia mendirikan semacam lembaga asuransi yang disebut Collegia
Tenuiorum dengan maksud untuk membantu para janda dan anak-anak yatim para
anggotanya. Para bekas budak belian yang diperbantukan kepada ketentaraan pun
membentuk lembaga yang serupa dengan nama Collegia Nititum. Kumpulan tersebut
dimaksudkan agar para bekas budak tersebut dapat dikuburkan secara layak
apabila meninggal.
Tahun 1194-1266.
Perkembangan lembaga yang mirip dengan asuransi terus tumbuh dan akhirnya pada
masa pemerintahan Ratu Elenor di Belgia dibentuk undang-undang asuransi yang
tercantum dalam ROLES D’OLERON.