Sejak 1979 Asuransi Syariah, Ini Sejarah Lengkap Asuransi Syariah Di Dunia
Selasa, 09 Oktober 2018
Data Sejarah Asuransi Syariah Pertama Kali Di Dunia
Asuransi yang pertama kali
didirikan adalah asuransi takâful di Sudan pada tahun 1979, yang dikelola oleh
Dâr al-Mâl al-Islâmî Group. Dâr al-Mâl melebarkan sayap bisnisnya ke
negara-negara Eropa dan Asia lainnya. Setidaknya ada empat asuransi takâful dan
re-takâful pada tahun 1983, yang berpusat di Geneva, Bahamas, Luxembourg, dan
Inggris.
Padahal secara legalitas
keislaman, sistem asuransi syariah baru diakui dan diadopsi oleh ulama dunia
pada tahun 1985.
Pada tahun tersebut, Majma al- Fiqh al Islâmî mengadopsi dan
mengesahkan takâful sebagai sistem asuransi yang sesuai dengan syariah.
Artinya, perkembangan takâful lebih didasarkan atas kreasi dan kebutuhan umat
muslim, ketimbang didorong oleh fatwa. Sistem asuransi diadopsi sebagai sistem
saling menolong dan membantu di antara para pesertanya.
Hingga saat ini, tidak
kurang dari 65 perusahaan asuransi syariah tersebar di seluruh dunia.
Perkembangan asuransi dibilang cukup pesat. Dari asset $550 juta pada tahun
2000, $193 juta diantaranya berada di Asia Pasifik, meningkat menjadi $1,7
milyar. Angka ini terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah asuransi
syariah di dunia. Pada tahun 2004 asetnya sudah mencapai $2 milyar.
Angka-angka di atas
merupakan kumulasi untuk asuransi jiwa dan selain jiwa. Asuransi keluarga
syariah mendominasi perkembangan asuransi dunia,
mencapai 75%, dimana 60%-nya
berasal dari asuransi jiwa syariah.
Untuk merespons dan
memajukan industri asuransi syariah, Malaysia men- dirikan Lembaga Penelitian
dan Pelatihan Bank Syariah (BIRTI), yang concern pada bidang pendidikan dan
pengembangan sumber daya manusia. Lembaga ini telah memberi andil dalam
pengembangan industri syariah di belahan Asia. Dengan dukungan BIRTI, Takâful
Malaysia menjalin kerjasama dengan Sri Lanka, Arab Saudi, dan pernah pula
memberikan dukungan teknis (technical assis- tance) untuk operasionalisasi
takâful Australia. Selain itu dukungan teknis dilakukan di negara Lebanon,
Bangladesh, dan Algeria. Kemudian pada tahun 1997, didirikan lagi The Asean
Re-takâful International Labuan Ltd (ARILL).
Perkembangan asuransi
syariah yang cukup progresif terjadi di negara- negara Arab, terutama negara
Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Negara ini pertama kali mendirikan
Asuransi Takâful Internasional pada tahun 1989. Pangsa pasar asuransi di
Bahrain diperkirakan mencapai 65 juta dinar ($172 juta).
Produk yang
diluncurkan oleh asuransi Bahrain ini antara lain, Asuransi Haji dan Umrah yang
diperkenalkan pada Januari 2004, asuransi kesehatan (The Best Doctors Takâful
Health Care) diluncurkan pada September 2004, dan takâful pendidikan. Ketiga
produk ini mendominasi dibanding produk lainnya.
Beberapa industri asuransi
syariah yang berkembang di Arab Saudi antara lain: Islamic Arab Insurance
Company (al-Baraka Group) (1980), Islamic Corpo- ration for the Insurance,
Investment dan Export Credit (1995), Islamic Insurance Company Ltd., Islamic
Insurance and Reinsurance Company (1985), Al-Aman co- Operative Insurance
(AlRajhi) (1985), Global Islamic Insurance co. (1986), Isla- mic Takafaul and
Re-takâful Company (DMI Group) (1986), dan lain sebagainya.
Di belahan benua Afrika,
asuransi syariah pertama kali didirikan di Ghana, tahun 1994, yaitu
Metropolitan Insurance Company Limited (MIT). MIT merupa- kan satu-satunya
asuransi yang beroperasi secara syariah di Ghana, dengan menerapkan sistem
mudhârabah dan takâfulî.
Selaian Ghana, di Nigeria,
African Alliance Insurance Company Limited, mendirikan Islamic Life Insurance
System (Takâful) pada oktober 2003. Di Senegal didirikan Islamic Takâful and
Retakâful Co. dan Sonar AlAmane (AlBaraka Group). Juga Takâful Trinidad and
Tobago Friendly Society didirikan di Trinidad dan Tobago pada tahun 1999.
Sementara di Eropa, negara
Inggris merupakan pelopor pengembangan asuransi syariah. Melalui HSBS’s Amanah,
Inggris bercita-cita menjadi leading sector bagi pengembangan asuransi syariah
di Eropa dan negara lainnya.
Di negara ini dirikan pula
International Cooperative and Mutual Insurance Fede- ration (ICMIF), yang
menghimpun 150 orang dari 82 anggota organisasi dari 52 negara di dunia.
Lembaga ini bertujuan untuk memajukan dan memperkenalkan sistem asuransi
syariah ke pelbagai negara.
Di Amerika, asuransi syariah
pertama kali berdiri pada Desember 1996. Takâful USA Insurance Company,
asuransi pertama di Amerika, didirikan untuk menampung sedikitnya 12 juta
penduduk Muslim di negara Paman Sam itu. Demikian pula di Australia telah
berdiri Australia Takâful Assosiation Inc.
Malaysia dan Bank
Pembangunan Islam (IDB) telah menandatangani kontrak kerjasama untuk memajukan
industri asuransi syariah ini di negara- negara Muslim, terutama di
negara-negara anggota OKI.
Perkembangan asuransi
syariah ini menunjukkan respons yang positif dari masyarakat dunia akan sistem
asuransi berbasis syariah. Hal ini menunjukkan bahwa asuransi syariah dapat
diterima dan menjadi alternatif bagi sistem asu- ransi yang berjalan selama
ini.
Berikut data perusahaan
asuransi syariah pertama kali yang ada di dunia:
1. Asuransi pertama di Indonesia
a. PT. Asuransi Takâful
Keluarga (1994)
b .PT. Asuransi Takâful Umum (1995)
2. Asuransi pertama di Bahrain
a. Al-Salam Islamic Takâful
(1992)
b. Bahrain Islamic Insurance
c. Islamic Insce & Re-
ince (1985)
d. Sarikat Takâful
Al-Islamiyah (1983)
e. Takâful International
(1989)
3. Asuransi pertama di Malaysia
a. Syarikat Takâful Malaysia
(1984)
b. Takâful Nasional (1993)
c. Mayban Takâful (2002)
d. Takâful Ikhlas (2003)
e. Takâful aril Labuan (1999)
4. Asuransi pertama di Negara Jordan
Islamic Insurance Co.
5. Asuransi pertama di Negara Srilanka
Amanah Takâful (1999)
6. Asuransi pertama di Negara Kuwait
International Co. For Co-Plc
op. Insce
7. Asuransi pertama di Negara Bangladesh
a. Far East Islami Life
Insurance (1999)
b. slami Life Insurance
(1999)
c. Islami Commercial
Insurance (2000)
d. Islami Takâful (2001)
e. Prime Islami Life Insurance
(2002)
8. Asuransi pertama di Negara Qatar
Qatar Islamic Insce Co.
(1984)
9. Asuransi pertama di Negara Brunai
a. Takâful IBB (1993)
c. Takâful TAIB (1993)
d. Takâful IDBB (2001)
10. Asuransi pertama di Negara Sudan
a. Al-Baraka Insce Co.
(1984)
b. Islamic Insce.Co. (1979)
c. Sheikan Insce. Co
d. The Nat. Re-ins. Co
e. United Insce Co. (1968)
11. Asuransi pertama di Negara Eropa dan lainnya
a. Australia Takâful Insce
Co (Australia)
b. Islamic Takâful and
Retakâful (Bahamas)
c. Metropolitan Insxce
Co.Ltd (Ghana)
d. International Takâful Co
(Luxembourg)
e. Takâful S.A (1982)
(Luxembourg)
f. Sosar Al-Amane (Senegal)
g. Takâful Trinidad &
Tobago
h. Takâful UK (1982)
i. UBK IIBU Manzil programes
(UK) (1998)
j. Failaka Investment Inc
(USA)
k. Takâful USA Management
Services (USA)
12. Asuransi pertama di Negara Uni Emirat Arab/ Saudi
Arabia
a. Alliance Insce
b. Oman Insce
c. Islamic Arab Insce Co.
d. Global Islamic Insce
e. Al-Aman Coop. Insce
(1995)
f. Islamic Insce Co. (2002)
g. International Islamic
Insce Co
h. Islamic Arab Insurance
(Dallah Baraka Group) (1979)
i. Islamic Insce and Reins.
Co (1985)
j. Islamic Insce and Reins.
Co. (1985)
k. Islamic Corp. For isce of
investment & export credit (1995)
l. Islamic International
Insce. Co (Salamat)
m. Islamic Takâful and
Retakâful Co. (1986)
n. Bank Al-Jazira (Takâful
Div) (2001)
o. Islamic Universal Insce
p. National Coop Insce Co.
(NCCI) (1986)
q. Takâful Islamic Insce Co.
Sumber:
1. Salahuddin Ahmed, Islamic Banking, Finance, and Insurance, h. 541–542.
2. 15 Sumber diolah dari makalah presentasi M. Syakir Sula dan pelbagai sumber.
3. Ahmed, Islamic Banking, Finance, and Insurance, h. 518–519.
4. Muhammad Maksum, "PERTUMBUHAN ASURANSI SYARIAH DI DUNIA DAN INDONESIA", STAI Al-Hikmah Jakarta.