Klaim Asuransi Gempa Lombok ke Sompo Insurance Capai Rp 17 Miliar Lebih
Senin, 01 Oktober 2018
PT Sompo Insurance Indonesia
menerima 21 pengajuan klaim asuransi terkait gempa yang menimpa Lombok dan
sekitarnya pada 5 Agustus 2018.
Dilansir dari Kompas.com,
Head of Human Resources Department Sompo Insurance Diah Safiati Amurwani
mengatakan, kerugian yang ditanggung Sompo Insurance untuk gempa Lombok
menembus Rp 17 miliar. "Estimasi share kerugian yang ditanggung Sompo
Insurance mencapai 1.158.318 dollar AS dan Rp 650.196.050," ujar Diah
dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10/2018). Klaim asuransi untuk gempa
Lombok membuat total klaim bruto produk asuransi harta benda Sompo Insurance
mengalami kenaikan signifikan.
Kami juga berharap
kepedulian kami dapat membantu mencukupi kebutuhan para korban selama berada di
area pengungsian dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana," kata
Diah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 17
Agustus 2018, tercatat terjadi 729 gempa susulan di Lombok sejak gempa besar
pertama pada 5 Agustus 2018. Kejadian ini menewaskan lebih dari 483 jiwa, 1.054
orang luka-luka, 81.813 rumah rusak yang menyebabkan jumlah pengungsi sebanyak
431.416 jiwa.
Pada Juni 2018, total klaim
bruto yang dibayarkan yakni sebesar Rp 52 miliar. Pasca bencana, klaim melonjak
pesat hingga Rp 75 miliar pada Agustus 2018. Sompo juga menerima klaim asuransi
untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Namun, mereka masih
menunggu laporan kerugian akibat bencana tersebut. "Laporan kerugian untuk
gempa Palu dan Donggala masih belum dapat dipastikan," kata Diah. Kerugian
akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan Bali diperkirakan mencapai Rp 7,45
triliun. Angka tersebut sebagian besar dihitung dari kerusakan bangunan akibat
gempa. Untuk meringankan beban korban yang masih masa pemulihan saat ini, Sompo
Insurance memberi bantuan sebesar Rp 50 juta yang disalurkan melalui Asosiasi
Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Denpasar. Dalam waktu dekat, Sompo Insurance
juga akan menyalurkan bantuan untuk korban bencana Palu.