3 Perbedaan Tingkat Resiko Tabungan Pendidikan Dan Asuransi Pendidikan
Selasa, 02 Oktober 2018
Apakah Anda sudah menyiapkan
dana tabungan pendidikan atau berasuransi pendidikan bagi andak anda?
Jika belum, sebaiknya
perhatikan perbedaan tingkat risiko tabungan pendidikan dengan asuransi pendidikan?
Kedepan dana untuk
pendidikan anak tidak bisa dibilang murah. Penting bagi anda, sebaiknya Anda
harus mengenal dan paham tentang perbedaan risiko tabungan pendidikan dengan
asuransi pendidikan. Yang wajib orang taua ketahui, memang keduanya produk tersebut
sama-sama menyediakan dana untuk pendidikan anak anda. Namun, keduanya memiliki
risiko berbeda. Lalu, apa perbedaan risiko dari kedua produk dana pendidikan
ini?
Tiga Perbedaan Tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.
1. Sistem Jaminan serta
Pihak Penjaminnya Berbeda
Tabungan pendidikan pada
lazimnya dikeluarkan oleh pihak bank dalam format produk keuangan. Sama halnya
dengan produk finansial lainnya, tabungan pendidikan ini pun akan dipastikan
oleh Lembaga Penjamin Pinjaman (LPS) selaku pihak yang berwenang guna
memberikan garansi atas produk-produk finansial yang dikeluarkan oleh pihak
perbankan di Indonesia. Jaminan yang diserahkan akan mengacu pada peraturan dan
juga hal lainnya yang berhubungan dengan aturan tersebut. Artinya, jika
sewaktu-waktu bank pailit, maka tabungan pendidikan tetap aman dan dibayarkan
sepenuhnya.
Sedangkan untuk asuransi
pendidikan: Asuransi pendidikan jelas bukan produk dalam bentuk tabungan
(simpanan) dan produk ini dikeluarkan oleh pihak perusahaan asuransi. Pada
lazimnya asuransi pendidikan ini berbentuk asuransi unitlink yang dikelola
dalam bentuk investasi oleh pihak perusahaan asuransi, sehingga lumayan
berisiko dan nilainya dapat saja berakhir tergerus. Berbeda dengan simpanan
pendidikan, layanan ini pun tidak dipastikan oleh LPS.
2. Tingkat Keuntungan
Tabungan Pendidikan: Sama
halnya dengan produk simpanan lainnya, tabungan pendidikan pada lazimnya telah
merealisasikan bunga tetap yang dibayarkan secara rutin oleh pihak bank
penyedia produk tersebut untuk nasabah. Suku bunga ini mengacu pada peraturan
BI yang dibayarkan secara tentu dan pada lazimnya tidaklah begitu besar.
Sedangkan untuk asuransi
pendidikan: Sedangkan produk asuransi pendidikan dikelola dalam format investasi
oleh pihak perusahaan asuransi, sampai-sampai produk ini mempunyai potensi
bunga yang tidak tetap sebab mengacu pada kinerja investasi. Sama halnya dengan
kegiatan investasi lainnya, produk ini pun mempunyai risiko yang tinggi dan pun
potensi deviden yang lumayan tinggi pula.
3. Nilai Perlindungan
Tabungan Pendidikan:
Tabungan pendidikan tidak memberikan nilai perlindungan yang tinggi, menilik
premi produk ini memang diserahkan secara cuma-cuma oleh pihak bank.
Sedangkan untuk asuransi pendidikan:
Hal bertolak belakang justru terjadi pada produk asuransi pendidikan, di mana
pada lazimnya nilai pertanggungan yang diserahkan perusahaan asuransi terbilang
lumayan tinggi. Nilai pertanggungan yang tinggi ini tentu diprovokasi oleh
besaran premi yang dibayarkan. Semakin besar nilai premi yang kita bayarkan
dalam produk asuransi, maka bakal semakin besar pun nilai pertanggungan yang
dapat Anda dapatkan.
Pahami dan Pilih Dana
Pindidikan Sesuai Kebutuhan Dana pendidikan anak menjadi hal urgen yang mesti
Anda siapkan semenjak dini dan pada umumnya diciptakan dalam format asuransi
pendidikan atau simpanan pendidikan. Pastikan Anda mengetahui dengan baik kedua
produk tersebut, tergolong risiko di dalamnya, sampai-sampai Anda dapat memilih
di antara produk yang sangat tepat dan cocok dengan keperluan anak Anda.