Fokus Peluang, SCG Siap Investasi dana sebesar US$ 85 juta Bagi Startup Digital
Rabu, 03 Oktober 2018
SCG didirikan pada 1913 yang memproduksi semen, bahan bangunan utama
untuk proyek-proyek infrastruktur yang sangat berkontribusi terhadap
perkembangan negara selama periode itu. Grup telah melakukan diversifikasi ke
lima bisnis inti yang mencakup bahan kimia SCG, SCG kertas, SCG semen, bahan
bangunan SCG dan SCG distribusi.
Dalam hal transformasi
bisnis, selama 3 tahun terakhir SCG berfokus pada transformasi digital di 5
bidang, di antaranya pasar untuk bahan bangunan, platform pembayaran untuk B2B
e-commerce, platform logistik, platform pencocokan kontraktor, dan otomatisasi
bisnis serta proses manufaktur. Semua aspek tersebut diharapkan dapat
meningkatkan daya saing 3 unit bisnis SCG di Indonesia, yaitu Cement-Building
Material, Packaging, dan Petrol Chemical.
Dilansir dari SWA.co.id
Nantapong Chantrakul, Country Director SGC Indonesia, saat berbicara tentang
disrupsi bisnis akibat teknologi di Jakarta (3/10/2018). Ia menuturkan,
perkembangan industri digital dalam 6 tahun terakhir cukup tinggi, yaitu
mencapai 10%, yang membuat hal ini penting. Dua langkah yang SCG lakukan untuk
menghadapi disrupsi adalah melakukan transformasi bisnis dan menyalurkan dana
investasi pada startup di bidang digital.
“SCG selalu berkembang dan
beradaptasi terhadap evolusi dan trend selama lebih dari 100 tahun dan akan
terus bertumbuh di masa depan untuk memberikan nilai yang lebih tinggi kepada
pelanggan dan mitra. Era industri 4.0 telah di depan mata dan hal ini semakin
penting bagi pertumbuhan di kawasan ASEAN. Teknologi merupakan kunci yang dapat
mendorong bisnis untuk tumbuh dan berkembang saat ini. Untuk mendorong
pertumbuhan, kami semakin fokus untuk mengadopsi teknologi pada seluruh proses
perusahaan serta mengembangkan investasi ke bisnis teknologi digital,”jelasnya.
Sementara itu, aspek
investasi SGC dikelola oleh anak perusahaannya, AddVentures, yang telah
beroperasi sejak Juni 2017 dan telah membiayai 11 perusahaan di Asia Tenggara
dan beberapa perusahaan di Sillicon Valley, Tel Aviv, dan China. “AddVenture
akan menjembatani SCG dengan startup. Kami berfokus pada 3 startup yang
bergerak pada bidang industrial, B2B, dan enterprise di bidang hard technology,
seperti AI,” ujar Joshua Pas, Managing Director and Investment Committee of
Addventure by SCG.
Ada tiga cara kerja sama
yang mereka tawarkan, yaitu venture capital fund, kemitraan ekosistem, dan
investasi langsung. Joshua menambahkan, “Yang dimaksud dengan kemitraan
ekosistem adalah apabila sebuah startup B2B memiliki solusi atas suatu masalah,
anak-anak perusahaan SCG dapat menjadi pelanggan mereka. Jadi, kami tidak hanya
menawarkan dana saja," jelasnya. Saat ini SCG memiliki 28 perusahaan unit
di Indonesia yang bergerak di Cement-Building Material, Chemicals, dan
Packaging.
SCG menyiapkan dana sebesar
US$ 85 juta untuk jangka waktu 5 tahun untuk 10-12 startup per tahun. Dana
tersebut diperuntukkan bagi startup di seluruh dunia, dengan nominal US$ 1-5
juta per tiket untuk pendanaan Seri A+.