Financer: 3 Jenis Asuransi Wajib Saat Umur 25 Tahun Keatas
Selasa, 09 Oktober 2018
Bagi anak muda memikirkan
mengenai hal perasuransian barangkali memang bukan urusan yang hits dan
populer. Hal ini terbukti ketika banyak orang yang berusia umur 25 tahun atau
generasi milenial saat nongkrong tidak banyak dijumpai yang merundingkan risiko
dan masa depan.
Padahal, asuransi begitu
urgen sebagai garansi keamanan diri sampai investasi masa mendatang yang butuh
diperhatikan. Tapi apa saja ya?
Dilansir dari kumparan.com,
Financial Adviser Jouska Indonesia Adhita Laksmi mengatakan, asuransi yang
perlu dipunyai yaitu utamanya asuransi yang sehubungan dengan pribadi.
"Kalau guna pribadi
tersebut cuma terdapat asuransi jiwa dan kesehatan," kata Adhisti saat
dihubungi kumparan, Selasa (9/10).
Adhisti menerangkan,
asuransi jiwa sebenarnya akan diperlukan ketika milenial sudah mempunyai
pendapatan serta dimungkinkan mempunyai tanggungan pembiayaan di masa
mendatang.
"Kalau udah punya anak
usia 25 tahun gitu, dia udah kerja, berarti dia harus punya asuransi,"
terangnya.
Sementara, asuransi lainnya,
asuransi kesehatan. Milenial dapat mengoptimalkan asuransi yang rata-rata sudah
di-cover oleh perusahaan guna menanggung ongkos kesehatan seperti sakit.
Sebaliknya, bagi anda yang
tak mengandalkan asuransi dari kantor lokasi bekerja, maka Adhisti menganjurkan
untuk mengerjakan persiapan paling tidak mempunayai BPJS. Jangan sampai tak
punya sama sekali.
"Kalau anda bayar
kesehatan dengan duit tabungan, anda enggak tahu nih next-nya anda pakai apa
dari duit tabungan," imbuhnya.
Adhisti melanjutkan, asuransi
saat pensiun juga dapat dipertimbangkan dan disiapkan. Pasalnya, asuransi
pensiun dapat digunakan sebagai persiapan keuangan saat milenial tak lagi
mendapat income tetapi tetap dapat produktif dengan investasi.
"Semakin cepat
investasi semakin banyak pula yang bakal kekumpul. Makin cepat kian baik
sih," tegasnya.
Di luar dua tersebut seperti
asuransi lokasi tinggal dan kendaraan, kata Adhisti, termasuk asuransi sekunder
atau pelengkap sesuai keperluan dan keterampilan masing-masing individu.
"Kalau terdapat dana
lebih, lokasi tinggal kita sebagai aset maka dapat diasuransikan. Melihat
kondisi," ucapnya.
Tak kalah urgen dalam
memilih asuransi yang marak ditawarkan penyedia asuransi komersil, Adhisti
mengimbau untuk memilih sesuatu yang diperlukan.
"Artinya bila kita beli
asuransi jiwa ya yang guna asuransi jiwa aja. Kita konsentrasi ke asuransi
kesehatan ya telah kesehatan aja. Karena akan ingin lebih murah bila* kita
tidak sedikit benefitnya gitu sih, bila* kita compare," pungkasnya.