AAJI: Investasi asuransi jiwa Jeblok, BNI Life Insurance Ubah Traget dan Strategi


Meski hasil investasi di Agustus 2018 ini telah menunjukkan penguatan dibandingkan 2 bulan sebelumnya. Posisi Juni 2018, hasil investasi industri asuransi jiwa minus Rp 7,50 triliun, dan posisi Juli di angka minus Rp 3,52 triliun.

Tetapi hasil investasi industri asuransi jiwa di tahun 2018 ini mempunyai angka minus Rp 2,37 triliun atau Jeblok dibandingakan Agustus tahun lalu. Dimana di Tahun 2017 lalu hasil investasi masih positif di angka Rp 27,44 triliun, demikian seperti apa yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2018.

Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maryoso Sumaryono mengatakan kondisi seperti ini akibat tidak lepas dari pergerakan pasar modal, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China melalui pemberlakukan tarif ekspor serta impor.

Apalagi pasar saham sedang bearish (mengalami tren penurunan dan pelemahan). Penurunan nilai investasi ini disebabkan kondisi indeks harga saham gabungan sedang volatile dan bearish. Kemudian pasar obligasi turun, dan adanya perang dagang, kata Maryoso.

Sampai saat kini, Kebanyakan penempatan dana investasi industri asuransi jiwa masih dikuasai pada instrumen reksadana dan saham. Maka dengan melemahnya kondisi pasar, kinerja investasi pun ikut memerah.

Hingga Agustus 2018 kemarin, porsi dana investasi asuransi jiwa di keranjang reksadana mencapai 35,3%. Pada saat yang sama, penempatan dana di instrumen saham mencapai 30,2%.

Walaupun demikian, ia masih tetap optimistis dari hasil investasi industri ini bakal membaik, meskipun tidak signifikan. Terlebih, sejumlah manajer investasi meramalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.000-an dan pasar obligasi menguat hingga akhir tahun 2018.

Akibat pasar saham yang masih belum menentu dan meragukan, PT BNI Life Insurance mengambil ancang-ancang merevisi target investasi dan strategi di tahun ini.

Head of Corporate Secretary & Corporate Communication BNI Life Arry Herwindo menjelaskan, BNI Life akan merevisi sebesar 30% hingga 40% dari total target hasil investasi di tahun 2018.

Jumlah revisi tersebut lebih tinggi dari tahun lalu, di mana realisasi hasil investasi tahun lalu turun 20% hingga 30%.

Selain merevisi target dari hasil investasi, BNI Life juga membatasi dari portofolio instrumen investasi ke saham dan obligasi. Dan memilih memperbesar portofolio ke pasar uang dan deposito.

Sementara Direktur Capital Life Robin Winata menjelaskan, hasil investasi pada perusahaan saya ini sampai Agustus 2018 masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Ia begitu optimistis, hasil investasi Capital Life bisa dapat tumbuh 10% sampai 11% dibandingkan tahun lalu. Hasil investasi masih positif karena kami mempunyai komite investasi yang bekerja berdasarkan risk tolerance, kata Robin.

Meskipun kondisi pasar sedang lesu, Capital Life belum mau berniat merevisi target hasil investasi tahun ini. Tim komite investasi sudah menyiapkan sejumlah strategi dan kebijakan investasi untuk menghadapi kondisi pasar yang cenderung fluktuatif.

Salah satu strateginya, Capital Life menghindari instrumen berbasis ekuitas. Dan perusahaan ini lebih memilih memperbesar porsi di insrumen deposito serta instrumen obligasi.

Investasi asuransi jiwa Jeblok, BNI Life Insurance Ubah Traget dan Strategi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel