Superman Asia 'Li Ka-shing' Sumbang Gempa Palu Rp 75 Miliar


Orang paling kaya di Hong Kong, Li Ka-Shing memberikan sumbangan sebesar US$ 5 juta atau setara Rp 75 miliar bagi korban gempa Palu dan Gonggala, Sulawesi Tengah. 

Bantuan itu terdiri dari US$ 2 juta dari CK Hutchison Holdings dan US$ 3 juta dari Li Ka Shing Foundation. Dana tersebut, diberikan melalui Sustainable Development Goals (SDG) Indonesia One.

Mengutip AFP, Jumat "Jadi dana ini dimasukan dalam SDG Indonesia One," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Aula Dhanapala, kompleks Kementerian Keuangan.

Di Hong Kong, Li Ka-Sing dijuluki 'Superman' karena keahlian dan ketajamannya dalam berbisnis. Perusaahan Li adalah bagian dari perjalanan negara Hong Kong itu sendiri. Di mana perusahaannya memberikan layanan yang menyediakan segala rupa barang dan jasa di Hong Kong dari layanan internet sampai jaringan supermarket.

Keputusan Li dalam berbisnis sangat memengaruhi harga properti di Hong Kong sehingga banyak investor yang berpedoman pada kata-katanya.

Perusahaannya memiliki minat jangka panjang di pasar luar negeri, serta melakukan investasi di sektor properti dan energi pada tahun 1980-an.

"Dia layak mendapat julukan 'Superman', tapi mungkin dia tidak cocok sebagai pemimpin untuk masa depan," jelas The Global Times, sebuah surat kabar yang dekat dengan partai komunis China yang tengah berkuasa, ketika menulis tentang Li di tahun 2015.

Dia pertama kali memulai bisnisnya sendiri pada tahun 1950 dengan memproduksi bunga plastik. Tapi setelah melakukan diversifikasi ke properti, dia melihat keuntungan besar di tahun 1960-an dan dalam dekade berikutnya bisnisnya melebar ke banyak sektor di Hong Kong.

Ka-shing lahir 13 Juni 1928 dia adalah orang terkaya ke-23 di dunia menurut majalah Forbes. 

Li adalah salah satu pengusaha paling berpengaruh di Asia, memimpin kerajaan bisnis dengan berbagai portofolio bisnis dari berbagai macam industri, termasuk transportasi, real estate, Jasa Keuangan, ritel, dan energi dan utilitas.  seorang salesman Li menyediakan pelajaran dalam integritas dan kemampuan beradaptasi. 

Melalui kerja keras, dan reputasi untuk tetap setia kompas moral nya internal, ia mampu membangun sebuah kerajaan bisnis yang meliputi: perbankan, konstruksi, real estat, plastik, telepon selular, televisi satelit, produksi semen, ritel outlet, apotek dan supermarket), Hotel, transportasi domestik (langit kereta), Bandara, listrik, produksi baja, pelabuhan, dan pengiriman.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel