Superman Asia 'Li Ka-shing' Sumbang Gempa Palu Rp 75 Miliar
Jumat, 05 Oktober 2018
Orang
paling kaya di Hong Kong, Li Ka-Shing memberikan sumbangan sebesar US$ 5 juta atau
setara Rp 75 miliar bagi korban gempa Palu dan Gonggala, Sulawesi Tengah.
Bantuan itu terdiri dari US$ 2 juta dari CK Hutchison Holdings dan US$ 3
juta dari Li Ka Shing Foundation. Dana tersebut, diberikan melalui Sustainable
Development Goals (SDG) Indonesia One.
Mengutip
AFP, Jumat "Jadi dana ini dimasukan dalam SDG Indonesia One," ungkap
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Aula Dhanapala, kompleks Kementerian
Keuangan.
Di
Hong Kong, Li Ka-Sing dijuluki 'Superman' karena keahlian dan ketajamannya
dalam berbisnis. Perusaahan Li adalah bagian dari perjalanan negara Hong Kong
itu sendiri. Di mana perusahaannya memberikan layanan yang menyediakan segala
rupa barang dan jasa di Hong Kong dari layanan internet sampai jaringan
supermarket.
Keputusan
Li dalam berbisnis sangat memengaruhi harga properti di Hong Kong sehingga
banyak investor yang berpedoman pada kata-katanya.
Perusahaannya
memiliki minat jangka panjang di pasar luar negeri, serta melakukan investasi
di sektor properti dan energi pada tahun 1980-an.
"Dia
layak mendapat julukan 'Superman', tapi mungkin dia tidak cocok sebagai
pemimpin untuk masa depan," jelas The Global Times, sebuah surat kabar
yang dekat dengan partai komunis China yang tengah berkuasa, ketika menulis
tentang Li di tahun 2015.
Dia
pertama kali memulai bisnisnya sendiri pada tahun 1950 dengan memproduksi bunga
plastik. Tapi setelah melakukan diversifikasi ke properti, dia melihat
keuntungan besar di tahun 1960-an dan dalam dekade berikutnya bisnisnya melebar
ke banyak sektor di Hong Kong.
Ka-shing
lahir 13 Juni 1928 dia adalah orang terkaya ke-23 di dunia menurut majalah
Forbes.
Li adalah salah satu pengusaha paling berpengaruh di Asia, memimpin
kerajaan bisnis dengan berbagai portofolio bisnis dari berbagai macam industri,
termasuk transportasi, real estate, Jasa Keuangan, ritel, dan energi dan
utilitas. seorang salesman Li
menyediakan pelajaran dalam integritas dan kemampuan beradaptasi.
Melalui kerja
keras, dan reputasi untuk tetap setia kompas moral nya internal, ia mampu
membangun sebuah kerajaan bisnis yang meliputi: perbankan, konstruksi, real
estat, plastik, telepon selular, televisi satelit, produksi semen, ritel
outlet, apotek dan supermarket), Hotel, transportasi domestik (langit kereta),
Bandara, listrik, produksi baja, pelabuhan, dan pengiriman.