Sri Mulyani: Asuransi Menjadi Salah Satu Topik bahasan Di Annual Meeting IMF-WB
Rabu, 03 Oktober 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengatakan pemerintah telah siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan internasional IMF-World Bank (WB) di Bali.
Hal tersebut juga telah
diadukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada
rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden.
"Kita membuat laporan
tentang persiapan penyelenggaraan IMF-WB pada Oktober di Bali, seperti laporan
saat ini logistik pada tahap selesai," kata Sri Mulyani di Kantor
Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Sri Mulyani mengungkapkan,
jumlah tamu yang akan muncul dalam acara internasional sekitar 23.000 orang
yang terdiri pejabat negara sampai pengusaha.
Dia bilang, dalam acara
internasional tersebut juga pemerintah Indonesia akan membicarakan program
asuransi bencana, program ini juga dapat dimanfaatkan oleh negara yang rawan
bakal bencana.
"Oleh karena itu salah
satu topik mengenai disaster management baik itu dalam bentuk dialog maupun
inisiatif pendanaan dan bagaimana koordinasi di level negara maupun support
internasional termasuk dalam hal ini pengenalan instrumen asuransi akan menjadi
salah satu topik yang akan dibahas di annual meeting ini," jelas dia.
Program asuransi bencana
juga secara tidak langsung bisa meminimalisir penggunaan APBN sebagai modal
pembangunan ulang aset-aset pemerintah yang terdampak bencana.
Program asuransi bencana
ini, kata Sri Mulyani, berlaku pada 2019 mendatang.
"Kita akan menerbitkan
asuransi di 2019, Kemenkeu sudah bicara dengan pelaku industri asuransi, kami
akan coba matangkan ini," jelas dia.
Selain itu, lanjut Sri
Mulyani, banyak program yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali. Pemerintah
Indonesia sendiri mengusulkan ada dua isu besar yang akan dibahas, yakni
pengembangan kualitas SDM dan perkembangan digital ekonomi.