19 Transaksi, Indonesia Dapatkan Investasi Rp 202 Triliun di IMF Bali Ini Rinciannya
Jumat, 12 Oktober 2018
Pertemuan Tahunan IMF - World Bank dapat memberikan hasil yang optimal bagi Negara Indonesia. Manfaat ekonomi pun dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Bali karena para peserta maupun delegasi yang berjumlah 30.000 orang bisa membelanjakan uangnya untuk akomodasi maupun kegiatan lainnya.
189 orang delagasi menjadi tamu pertemuan IMF Bank Dunia di Bali. Ratusan Tamu yang hadir berasal dari berbagai negara dan berasal dari beragam latar belakang seperti delegasi bank sentral, masyarakat sipil, media, dan akademia dari seluruh dunia datang ke Bali.
Semua sepakat hadir untuk membahas isu global, termasuk masalah stabilitas finansial, pengurangan kemiskinan, bahkan isu lingkungan hidup. Anggaran Pemerintah yang digunakan memakan budget sekitar Rp 810 miliar.
189 orang delagasi menjadi tamu pertemuan IMF Bank Dunia di Bali. Ratusan Tamu yang hadir berasal dari berbagai negara dan berasal dari beragam latar belakang seperti delegasi bank sentral, masyarakat sipil, media, dan akademia dari seluruh dunia datang ke Bali.
Semua sepakat hadir untuk membahas isu global, termasuk masalah stabilitas finansial, pengurangan kemiskinan, bahkan isu lingkungan hidup. Anggaran Pemerintah yang digunakan memakan budget sekitar Rp 810 miliar.
Semua sepakat hadir untuk
membahas isu global, termasuk masalah
stabilitas finansial, pengurangan kemiskinan, bahkan isu lingkungan hidup.
Anggaran Pemerintah yang digunakan memakan budget sekitar Rp 810 miliar.
Hasil kerja sama ini
disepakati dalam salah satu rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia
2018 di Bali pun cukup memuaskan.
Dilansir dari Liputan6.com
Menteri BUMN Rini Soemarno melalui sambutannya di hadapan para investor saat
Signing Ceremony Indonesia Investment Forum 2018, pada Kamis (11/10/2018)
mengatakan. "Siang ini, kami menyaksikan kerja sama penandatanganan
investasi dan pembiayaan antara 14 BUMN dengan investor dan lembaga keuangan
untuk 19 transaksi dengan nilai kesepakatan mencapai 13,5 miliar dollar AS atau
setara nilai Rp 202 triliun."
Menteri BUMN Rini Soemarno
melanjutkan, jenis investasi yang disepakati dalam kerja sama ini terdiri atas
strategic partnership, project financing, dan pembiayaan alternatif melalui
pasar modal.
Untuk bagian sektor proyek
infrastruktur yang termasuk dalam kerja sama investasi ini meliputi migas,
hilirisasi pertambangan, pariwisata, bandar udara, kelistrikan, pertahanan,
jalan tol, hingga manufaktur.
Setelah Menteri BUMN Rini
Soemarno melanjutkan, puluhan para investor bersama masing-masing direktur
utama BUMN terkait menandatangani perjanjian kerja sama secara serentak.
Hadir pula dalam penandatanganan
perjanjian teken ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution,
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur
Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Berikut rincian 19 transaksi
hasil kerja sama investasi tersebut:
2. GMF AeroAsia dengan PT
China Communication Construction Indonesia dengan nilai investasi 500 juta
dollar AS.
3. Indonesia Tourism Development
Corporation (ITDC) dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) nilai
investasi yang didapat mencapai 248,4 juta dollar AS.
4. Menjangan Group bersama
ITDC dengan Amorsk Group, dengan nilai investasi mencapai 310 juta dollar AS.
5. PT Wijaya Karya (Persero)
bersama ITDC dengan Menjangan Group dengan nilai investasi mencapai 198 juta
dollar AS.
6. PT Pindad (Persero) dengan
Waterbury Farrel dengan nilai investasi mencapai 100 juta dollar AS.
7. PT Aneka Tambang Tbk
dengan Ocean Energy Nickel International Pty Ltd dengan nilai investasi 320
juta dollar AS.
8. PT Indonesia Asahan
Alumunium (Persero) dengan Alumunium Corporation of China Limited dengan nilai
investasi 850 juta dollar AS.
9. PT KAI (Persero) dengan
Progress Rail dengan nilai investasi mencapai 500 juta dollar AS.
10. PT Boma Bisma Indra
(Persero) dengan Doosan Infracore Co. Ltd, dengan nilai investasi 185 juta
dollar AS.
11. PT Jasa Marga (Persero)
Tbk bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Otoritas Jasa Keuangan, dengan
nilai investasi 112 juta dollar AS.
12. PT Jasa Marga (Persero)
Tbk bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan AIA, Allianz Life, IIF,
Taspen, dan Wana Artha, dengan nilai investasi 224 juta dollar AS.
13. PT Pertamina (Persero)
dengan CPC Corporation Taiwan, dengan nilai investasi mencapai 6,5 miliar
dollar AS.
14. PT PLN (Persero) dengan
KfW, dengan nilai investasi 150 juta euro.
15. PT Hutama Karya (Persero)
dengan PT Bank Mega Tbk, dengan nilai pinjaman untuk investasi 523 juta dollar
AS dan pinjaman CDS 392 juta dollar AS.
16. PT Hutama Karya (Persero)
dengan Permata Bank, ICBC, dan MUFG bersama PT Sarana Multi Infrastruktur,
dengan nilai fasilitas pembiayaan mencapai 336 juta dollar AS.
17. PT Hutama Karya (Persero)
dengan Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga bersama PT Sarana Multi
Infrastruktur, dengan nilai pinjaman untuk investasi mencapai 684 juta dollar
AS dan pinjaman CDS mencapai 388 juta dollar AS.
18. PT Sarana Multi
Infrastruktur dengan Maybank Indonesia, dengan sharia cross-currency hedging
coverage value mendapatkan 128 juta dollar AS.
19. PT Angkasa Pura II bersama
Danareksa Sekuritas dengan calon investor yang masih dalam proses bidding,
strategic partnership di industri kebandarudaraan dengan nilai investasi
mencapai 500 juta dollar AS.
