Benarkah PT Asuransi Jiwasraya Gagal Bayar Klaim, Ini Jawaban Kabag Komunikasi PT Asuransi Jiwasraya
Kamis, 11 Oktober 2018
Dilansir dari CNBC
Indonesia, Kamis (11/10/2018), penundaan pembayaran ini dapat terungkap melalui
beberapa surat direksi Jiwasraya yang dikirimkan ke bank-bank yang bekerjasama
menyediakan produk bancassurance.
Alhasil perusaahan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi ini menunda pembayaran klaim ke para
nasabahnya.
Produk yang mengalami
penundaan pembayaran klaim adalah bancassurance. Produk ini terdapat pada 11
bank.
Bancasurrance merupakan
layanan Bank dalam menyediakan produk asuransi yang memberi perlindungan dan
produk investasi untuk memenuhi kebutuhan finansial jangka panjang nasabah. [1]
Bahkan sudah beredar di
sosial media jika Jiwasraya mengalami gagal bayar. Namun pernyataan hal ini
ternyata tidaklah benar.
Pihak BUMN Asuransi tersebut
menegaskan hanya mengalami keterlambatan pembayaran ke para nasabah.
"Bukan gagal bayar,
tapi mengalami keterlambatan sebab kami sedang mengalami tekanan
likuiditas," kata Wiwik Sutrisno yang merupakan Kepala Bagian Komunikasi
Korporat PT Asuransi Jiwasraya (Persero), kepada CNBC Indonesia dalam pesan
singkatnya, Kamis (11/10/2018).
Ia menjelaskan, hal ini
terjadi sebab utama adalah melemahnya kondisi pasar uang dan pasar modal di
beberapa waktu terakhir ini.
"Kami sedang
mengusahakan pendanaan untuk dapat memenuhi kewajiban kepada pemegang
polis," tutur Wiwik lebih jauh.
Produk bancassurance ini di
antaranya bekerja sama dengan beberapa bank seperti PT Bank Tabungan Negara
(BTN), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), KEB Hana, Bank QNB.
Sementara Komisaris
Jiwasraya, Scenaider Clasein Siahaan tengah mencari lebih tahu mendalam tentang
adanya penundaan pembayaran tersebut. "Saya coba cari tahu. Coba kontak
Pak Asmawi (Direktur Utama PT Jiwasraya] dulu ya," kata Scenaider.
Disisilain, Direktur
Consumer Banking BTN Budi Satria mengaku belum mengetahui kabar tentang
penundaan pembayaran klaim bancassurance BTN dengan Jiwasraya.
Begitu juga Deputi Bidang
Jasa Keuangan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo justru tidak mengetahui kabar
tersebut. "Saya malah tidak mendengar soal itu," kata Gatot ketika
dikonfirmasi soal informasi gagal bayar Jiwasraya.