Bangun Ekosistem Single Identity Number, AAJI dan Dukcapil Bangun Kerjasama


Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) serta Perusahaan Anggota AAJI dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Dirjen Dukcapil Kemendagri RI) sudah menyepakati kerjasama.

Adapun kerjasama ini diwujudkan melewati Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan KTP Elektronik, sekaligus sosialisasi berhubungan pemanfaatan data kependudukan tersebut.

Kerjasama ini diperlukan untuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan perusahaan-perusahaan asuransi Jiwa anggota AAJI untuk proses verifikasi identitas nasabah asuransi dan identitas calon agen/tenaga pemasar perusahaan berlisensi.

Dilansir dari liputan6.com Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, kerja sama pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik dengan AAJI dan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI adalah bagian dari upaya membangun ekosistem single identity number.

Dimana data kependudukan tunggal yang dapat dipakai untuk semua kebutuhan termasuk dalam menyerahkan pelayanan untuk masyarakat atau nasabah dan lebih mengoptimalkan sistim administrasi perusahaan melewati ketersediaan data kependudukan dan pendaftaran sipil yang akurat.

Melalui kerjasama ini, AAJI dan perusahaan anggota pasti akan mendapatkan banyak manfaat dan kemudahan, laksana halnya dalam proses verifikasi identitas nasabah. Dengan begitu akan mempermudah dalam urusan permintaan/pembukaan produk layanan untuk nasabah baru dan pun akan mempercepat proses layanan keuangan untuk para nasabahnya dalam urusan klaim.

“Dalam proses verifikasi data nasabah, melewati pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik, bakal menjadi unsur dari pengendalian risiko yang semakin penting, sebab identitas nasabah dapat dicari dan diverifikasi. Untuk nasabah sendiri pastinya dapat menyerahkan perlindungan dan kepastian hukum atas keabsahan dokumen kependudukan dan pendaftaran sipil tersebut," tambah Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu.

Disamping itu, kerjasama inipun sangat dibutuhkan di era Insurance Technology (Insurtech), dimana pertumbuhan teknologi sudah menggeser industri konvensional menjadi berbasis digital, maka dunia asuransi ke depan teknik kerjanya bakal berbasiskan big data. Sehingga mobilitas terpantau dan terintegrasi secara cepat dan seksama.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel