Bangun Ekosistem Single Identity Number, AAJI dan Dukcapil Bangun Kerjasama
Kamis, 04 Oktober 2018
Asosiasi Asuransi Jiwa
Indonesia (AAJI) serta Perusahaan Anggota AAJI dan Direktorat Jenderal
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
(Dirjen Dukcapil Kemendagri RI) sudah menyepakati kerjasama.
Adapun kerjasama ini
diwujudkan melewati Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan
Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan KTP Elektronik, sekaligus
sosialisasi berhubungan pemanfaatan data kependudukan tersebut.
Kerjasama ini diperlukan
untuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia dan perusahaan-perusahaan asuransi Jiwa
anggota AAJI untuk proses verifikasi identitas nasabah asuransi dan identitas
calon agen/tenaga pemasar perusahaan berlisensi.
Dilansir dari liputan6.com
Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, kerja sama pemanfaatan data
kependudukan, NIK dan KTP elektronik dengan AAJI dan perusahaan-perusahaan
asuransi jiwa anggota AAJI adalah bagian dari upaya membangun ekosistem single
identity number.
Dimana data kependudukan
tunggal yang dapat dipakai untuk semua kebutuhan termasuk dalam menyerahkan
pelayanan untuk masyarakat atau nasabah dan lebih mengoptimalkan sistim
administrasi perusahaan melewati ketersediaan data kependudukan dan pendaftaran
sipil yang akurat.
Melalui kerjasama ini, AAJI
dan perusahaan anggota pasti akan mendapatkan banyak manfaat dan kemudahan,
laksana halnya dalam proses verifikasi identitas nasabah. Dengan begitu akan
mempermudah dalam urusan permintaan/pembukaan produk layanan untuk nasabah baru
dan pun akan mempercepat proses layanan keuangan untuk para nasabahnya dalam
urusan klaim.
“Dalam proses verifikasi
data nasabah, melewati pemanfaatan data kependudukan, NIK dan KTP elektronik,
bakal menjadi unsur dari pengendalian risiko yang semakin penting, sebab
identitas nasabah dapat dicari dan diverifikasi. Untuk nasabah sendiri pastinya
dapat menyerahkan perlindungan dan kepastian hukum atas keabsahan dokumen
kependudukan dan pendaftaran sipil tersebut," tambah Direktur Eksekutif
AAJI Togar Pasaribu.
Disamping itu, kerjasama
inipun sangat dibutuhkan di era Insurance Technology (Insurtech), dimana
pertumbuhan teknologi sudah menggeser industri konvensional menjadi berbasis
digital, maka dunia asuransi ke depan teknik kerjanya bakal berbasiskan big
data. Sehingga mobilitas terpantau dan terintegrasi secara cepat dan seksama.
