3 Cara Cepat dan Mudah Paham Isi Polis Asuransi
Rabu, 03 Oktober 2018
Mekanisme mengalihkan risiko
yang paling lazim dilakukan adalah dengan cara berasuransi. Pihak yang
mengalihkan risiko (tertanggung) membayar premi kepada perusahaan asuransi yang
menerima risiko (penanggung). Membayar premi merupakan kewajiban yang harus
dipenuhi tertanggung. Sebagai bukti pengalihan risiko dari tertanggung kepada
penanggung, maka penanggung mengeluarkan surat kontrak perjanjian yang disebut
polis asuransi. Jika terjadi kerugian akibat risiko, maka penanggung akan
memberikan ganti rugi yang besarnya telah ditentukan dalam polis asuransi. Pada
asuransi sosial, tertanggung membayar iuran wajib dan penanggung yang biasa
disebut penyelenggara, memberikan santunan jika terjadi kerugian yang besarnya
telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.
Bila Kamu berniat membeli
asuransi sebagai salah satu langkah manajemen risiko finansial, mengetahui
produk asuransi yang hendak Kamu beli adalah hal wajib. Termasuk di sini adalah
mengetahui dan memahami isi polis atau kontrak asuransi yang Kamu beli.
Hal prinsip ini malah banyak
diabaikan. Belum-belum nasabah asuransi sudah enggan membaca isi polis hanya
karena gaya bahasa kontrak asuransi yang dinilai berbelit dengan bahasa hukum
yang berat. Namun, supaya terhindar dari hal-hal yang menyulitkan di kemudian
hari, Kamu wajiib membaca polis dengan jeli dan teliti.
Berikut tiga cara mudah memahami isi yang tertuang dalam polis asuransi
1. Jenis Pertanggungan
Asuransi
Salah satu bagian terpenting
dari polis yang harus Kamu pahami betul adalah jenis pertanggungan asuransi
yang Kamu beli. Misalnya, bila Kamu membeli asuransi kesehatan, maka Kamu harus
mengetahui apa saja jenis penyakit yang ditanggung oleh produk asuransi
tersebut. Apakah tercantum dengan tegas di dalam polis.
Sedang bila Kamu membeli
asuransi kerugian seperti mobil, jenis pertanggungan yang biasa ditawarkan
adalah total loss only (TLO) atau comprehensive (perlindungan menyeluruh). Bila
Kamu membeli yang TLO, maka asuransi hanya mengganti kerugian ketika kendaraan
Kamu hilang. Sedangkan bila terjadi lecet atau kecelakaan, risiko itu tidak
ditanggung.
2. Definisi Pertanggungan Polis
Kamu sudah mengetahui apa saja jenis
pertanggungan yang ditanggung oleh asuransi tersebut. Langkah berikutnya
adalah, pelajari definisi pertanggungan yang dimaksud di dalam polis asuransi.
Sebagai gambaran, untuk produk asuransi kesehatan tertera jenis pertanggungan
adalah untuk risiko penyakit kanker.
Nah, pastikan Kamu
memperjelas, pertanggungan seperti apa yang didapatkan untuk risiko sakit
kanker?
Apakah asuransi akan
menanggung untuk sakit kanker di stadium awal? Atau hanya menanggung di stadium
akhir?
3. Klausul pengecualian Polis
Pelajari juga bagian penting
dari polis asuransi yakni aturan atau kondisi yang membatalkan pertanggungan.
Biasa dinamakan dengan istilah klausul pengecualian (exclution clause). Bab ini
biasanya dimuat dalam bab ketentuan khusus yang termuat di polis. Isinya
biasanya standar yaitu, pertanggungan akan batal bila penyalahgunaan,
kejahatan, kesengajaan, kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan
oleh nasabah. Misalnya, klaim asuransi jiwa tidak akan cair bila si tertanggung
meninggal dunia karena bunuh diri (unsur kesengajaan), atau dibunuh oleh si
ahli waris (kejahatan), dan lain sebagainya.
Dengan mempelajari tiga
bagian terpenting dari polis atau kontrak asuransi tersebut, Kamu bisa lebih
jeli mengetahui produk asuransi yang hendak Kamu beli. Jangan sungkan meminta
dummy polis sebelum resmi membubuhkan tan-da tangan di kontrak asuransi. Jangan
pula sungkan menanyakan dengan detail kepada perusahaan asuransi atau agen
tentang serba serbi polis yang belum Kamu mengerti. Teliti di awal bisa
menghindarkan Kamu dari masalah di kemudian hari ketika perlu melakukan klaim
asuransi.