3 Cara Cepat dan Mudah Paham Isi Polis Asuransi


Mekanisme mengalihkan risiko yang paling lazim dilakukan adalah dengan cara berasuransi. Pihak yang mengalihkan risiko (tertanggung) membayar premi kepada perusahaan asuransi yang menerima risiko (penanggung). Membayar premi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi tertanggung. Sebagai bukti pengalihan risiko dari tertanggung kepada penanggung, maka penanggung mengeluarkan surat kontrak perjanjian yang disebut polis asuransi. Jika terjadi kerugian akibat risiko, maka penanggung akan memberikan ganti rugi yang besarnya telah ditentukan dalam polis asuransi. Pada asuransi sosial, tertanggung membayar iuran wajib dan penanggung yang biasa disebut penyelenggara, memberikan santunan jika terjadi kerugian yang besarnya telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.

Bila Kamu berniat membeli asuransi sebagai salah satu langkah manajemen risiko finansial, mengetahui produk asuransi yang hendak Kamu beli adalah hal wajib. Termasuk di sini adalah mengetahui dan memahami isi polis atau kontrak asuransi yang Kamu beli.

Hal prinsip ini malah banyak diabaikan. Belum-belum nasabah asuransi sudah enggan membaca isi polis hanya karena gaya bahasa kontrak asuransi yang dinilai berbelit dengan bahasa hukum yang berat. Namun, supaya terhindar dari hal-hal yang menyulitkan di kemudian hari, Kamu wajiib membaca polis dengan jeli dan teliti.

Berikut tiga cara mudah memahami isi yang tertuang dalam polis asuransi

1. Jenis Pertanggungan Asuransi
Salah satu bagian terpenting dari polis yang harus Kamu pahami betul adalah jenis pertanggungan asuransi yang Kamu beli. Misalnya, bila Kamu membeli asuransi kesehatan, maka Kamu harus mengetahui apa saja jenis penyakit yang ditanggung oleh produk asuransi tersebut. Apakah tercantum dengan tegas di dalam polis.
Sedang bila Kamu membeli asuransi kerugian seperti mobil, jenis pertanggungan yang biasa ditawarkan adalah total loss only (TLO) atau comprehensive (perlindungan menyeluruh). Bila Kamu membeli yang TLO, maka asuransi hanya mengganti kerugian ketika kendaraan Kamu hilang. Sedangkan bila terjadi lecet atau kecelakaan, risiko itu tidak ditanggung.

2. Definisi Pertanggungan Polis
 Kamu sudah mengetahui apa saja jenis pertanggungan yang ditanggung oleh asuransi tersebut. Langkah berikutnya adalah, pelajari definisi pertanggungan yang dimaksud di dalam polis asuransi. Sebagai gambaran, untuk produk asuransi kesehatan tertera jenis pertanggungan adalah untuk risiko penyakit kanker.
Nah, pastikan Kamu memperjelas, pertanggungan seperti apa yang didapatkan untuk risiko sakit kanker?
Apakah asuransi akan menanggung untuk sakit kanker di stadium awal? Atau hanya menanggung di stadium akhir?

3. Klausul pengecualian Polis
Pelajari juga bagian penting dari polis asuransi yakni aturan atau kondisi yang membatalkan pertanggungan. Biasa dinamakan dengan istilah klausul pengecualian (exclution clause). Bab ini biasanya dimuat dalam bab ketentuan khusus yang termuat di polis. Isinya biasanya standar yaitu, pertanggungan akan batal bila penyalahgunaan, kejahatan, kesengajaan, kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh nasabah. Misalnya, klaim asuransi jiwa tidak akan cair bila si tertanggung meninggal dunia karena bunuh diri (unsur kesengajaan), atau dibunuh oleh si ahli waris (kejahatan), dan lain sebagainya.


Dengan mempelajari tiga bagian terpenting dari polis atau kontrak asuransi tersebut, Kamu bisa lebih jeli mengetahui produk asuransi yang hendak Kamu beli. Jangan sungkan meminta dummy polis sebelum resmi membubuhkan tan-da tangan di kontrak asuransi. Jangan pula sungkan menanyakan dengan detail kepada perusahaan asuransi atau agen tentang serba serbi polis yang belum Kamu mengerti. Teliti di awal bisa menghindarkan Kamu dari masalah di kemudian hari ketika perlu melakukan klaim asuransi.


3 Cara Cepat dan Mudah Paham Isi Polis Asuransi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel