Lantaran Maraknya Perbankan Online, Bank Terbesar di AS Mau PHK 26.500 Karyawan
Senin, 24 September 2018
Bank - Wells Fargo, salah satu bank
terbesar di Amerika Serikat (AS) berencana melakukan pemangkasan jumlah
karyawannya hingga 26.500 orang. Salah satu penyebabnya lantaran maraknya
sistem perbankan secara online di AS.
CEO Wells Fargo Tim Sloan
mengatakan pihaknya akan memangkas sekitar 5-10% dari 265.000 karyawan
perusahaan. Perusahaan melakukan itu lantaran akan memperluas pengembangan
sistem digital.
"Wells Fargo sangat
serius dalam melakukan perubahan yang melibatkan anggota timnya. Kami akan
bijaksana dan transparan, dan memperlakukan karyawan kami dengan hormat,"
kata Sloan seperti dikutip dari CNN Money, Senin (24/9/2018). Selain alasan
itu, bank yang telah berdiri sejak 1852 ini juga tengah menghadapi masalah
pemangkasan profit karena perusahaan tersandung masalah hukum 2 tahun yang
lalu.
Wells Fargo juga melaporkan
adanya penurunan laba, pendapatan, kredit dan deposito di kuartal terakhir.
Sementara biaya operasional terus meningkat.
Sekarang Wells Fargo
bergabung dengan bank-bank besar lainnya, yang telah menutup ribuan cabang
dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Januari, perusahaan mengaku akan
menutup 800 cabang lainnya hingga tahun 2020.
Wells Fargo juga mengumumkan
kesepakatan pada bulan Juni untuk menjual semua cabangnya di Indiana, Michigan,
dan Ohio. Hal itu berarti bahwa bank terbesar ketiga di Amerika Serikat ini
tidak lagi memiliki kekuasaan di wilayah itu.