Hasil IMF Bali, 1-2 Produk Lokal Indonesia Bakal Mejeng di Situs Alibaba
Jumat, 12 Oktober 2018
Hasil IMF Bali - Pemerintah Indonesia bersama
beberapa pelaku usaha diberitakan sedang membicarakan kerja sama bersama
raksasa teknologi asal China, Alibaba.
Perwakilan pemerintah juga
dijadwalkan akan bertemu dengan pendiri Alibaba, Jack Ma, di Nusa Dua, Bali,
Sabtu (13/10/2018) yakni di sela-sela rangkaian Dana Moneter Internasional
(IMF)-Bank Dunia (World Bank/ WB) Annual Meetings.
Dilansir dari CNBC Indonesia
Sabtu (13/10/2018) "Kita meneruskan diskusi yang lalu, yang dua bulan
lalu. Ada rencana kerja sama. Nanti kita omongkan dulu, deh," ungkap
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di The Laguna, Nusa Dua,
Sabtu.
Pemerintah akan ikut
mewujudkan kerja sama itu, meskipun nantinya kesepakatan akan terjadi secara
business to business.
"Sebetulnya ada peranan
pemerintahnya tetapi sebetulnya bisnis yang jalan, bukan pemerintah. Cuma yang
menginisiasinya itu pemerintah," jelas Darmin.
Saat ditanya apakah pelaku
bisnis yang terlibat adalah perusahaan marketplace, Darmin menjawab "Yaa
termasuk marketplace."
Ia menolak menjelaskan lebih
detail dengan alasan kesepakatan tersebut belum deal.
Selain itu, Menteri Perindustrian
Airlangga Hartarto dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh
Santoso diberitakan ada di antara pejabat pemerintahan yang akan bertemu Jack
Ma siang hari ini.
Sebelumnya, Menteri
Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah mengatakan akan bekerja sama dengan
Alibaba agar beberapa produk Indonesia ikut dipromosikan dan dipasarkan di
platform Alibaba pada Singles Day.
Menurut dia hari libur
tahunan di China atau Single Day dinilai tepat bagi Indonesia untuk ikut
menawarkan produk unggulan. Alasannya, pada satu hari tersebut, platform
belanja daring di China akan ramai-ramai menawarkan potongan harga. Tahun 2017
lalu, penjualan produk di Alibaba menyentuh angka US$ 25 miliar dalam satu hari
saja.
"Produknya jangan
banyak. Dua atau tiga saja, tapi harus tersedia. Jangan sampai orang sana pesan
tapi produk tidak ada," pungkas Rudiantara.