Mau Serius Mulai Trading Saham, Ketahui 3 Strategi Penting Ini
Senin, 24 September 2018
Trading Saham - Ada banyak strategi beli dan
jual saham, ada yang tahunan, ada yang bulanan, ada pula yang beli dan jual
dalam hitungan beberapa jam dan beberapa menit saja. Ada yang berpeluang
memberikan keuntungan hanya belasan persen namun dalam waktu singkat.
Ada yang berpeluang memberi
profit puluhan dan ratusan persen dan butuh waktu hingga beberapa bulan bahkan
hingga 1 tahun.
3 Strategi beli dan jual
saham khususnya strategi Trading saham
Ada 3 macam type trading
yang akan kita pelajari hari ini.
1. Scalping / intraday trade
2. Swing trading
3. Super Trader
Apa perbedaan dan Bagaimana
memanfaatkanya?
Scalping / intraday trade
Scalping, swing trading dan
super trader adalah strategi trading di pasar saham, namun perbedaan dari semua
strategi di atas adalah jangka waktu dan profit yang didapatkan. Scalping
adalah strategi trading di mana trader mengambil keuntungan yang kecil secara
berkala dengan cara membeli dan menjual sahamnya dalam satu hari.
Dengan cara ini, trader bisa
saja mendapatkan profit kecil pada saat pergerakan terjadi. Biasanya scalping
atau yang biasa dikenal dengan cara one day trade ini dapat memberikan profit
rata-rata belasan % dalam 1 hari di saham, dan angka itu sudah termasuk
spektakuleer.
Scalping membutuhkan
kecepatan dan mental yang berani untuk menghadapi volatilitas market. Namanya
juga trader harian, strategi scalping membuat Anda harus menjaga dan memantau
pergerakan saham di running trade saat live market.
Strategi scalping / intraday
trade ini pada umumnya digunakan oleh trader Forex sebab dalam jangka pendek,
seorang trader forex bisa melakukan beli jual dan mendapat keuntungan berlipat.
Hal ini terjadi karena pasar forex lebih volatile, dan juga menggunakan
leverage / daya ungkit yang cukup besar.
Adanya leverage ini,
memungkinkan trader untuk untung besar dengan modal kecil. Namun jangan lupa
bahwa dengan leverage ini, trader bisa rugi besar pula dalam waktu singkat,
bahkan habis semua uangnya karena margin call.
Scalping memberikan sensasi
fun luar biasa ketika untung. Bagaimana tidak Anda bisa melihat uang Anda
bertambah detik demi detik. Dan juga berkurang detik demi detik, sehigga emosi
Anda akan naik turun dalam detik demi detik juga.
Ketika melakukan scalping
ini, mau tak mau , Anda harus pantau layar. Anda harus lihat pergerakan terus.
Plus dan minus strategi ini
Plus untung dalam waktu
singkat tapi minusnya lebih besar dan berisiko. Yang pertama, dengan terus
memantau Anda akan sangat mudah sekali terjebak dalam kondisi fear and greed,
dan addictive. Kondisi ini akan sangat destruktif sekali, karena membuat trader
menjadi tidak objektif dalam mengambil keputusan. Biasanya, trader seperti ini
agak sulit untuk konsisten dalam jangka menengah / jangka panjang.
Perlu Anda ketahui, semakin
sering Anda trading, komisi transaksi akan menjadi tantangan untuk Anda.
Saya sudah menjumpai banyak
sekali scalper yang sepertinya untung luar biasa pada 1 hari. Namun di kemudian
hari, ia rugi besar. Dan kalau dilihat hasilnya selama 6 bulan sampai 1 tahun
bagaimana? Ternyata malah komisi yang dibayarkan ke broker jadi lebih besar dari
keuntungannya. Seorang scalper juga rawan sekali menjadi addictive, karena
sangat rentan dipengaruhi emosi. sehingga sepanjang hari yang dipikirin cuma
transaksinya saja, apalagi trading Forex.
Jadi sebaiknya kalau Anda
mau trading for living, jangan living for trading. Jangan sampai kehidupan dan
waktu Anda terkuras habis emosi dan tenaga terkuras habis sementara setelah Anda lihat dalam jangka 6
bulan sampai 1 tahun hasilnya minim, dan malah gedean fee brokernya.
Swing trading
Dibandingkan scalping,
strategi ini sedikit lebih santai. Tidak harus nungguin layar monitor
berjam-jam. Swing trading adalah trading dengan memanfaatkan siklus naik
turunnya harga saham dalam hitungan beberapa hari. Profit yang didapat oleh
swing trader berkisar 5-20% dalam beberapa hari. Angka ini (20%) juga termasuk
besar. Terutama jika didapat dari saham-saham yang cukup volatile. Dalam
straetgi swing trading, trader sangat mengandalkan formasi candle jangka
pendek. Sama halnya seorang scalper, seorang swing trader juga perlu
menyediakan level stop loss / proteksi.
Apa kelebihan strategi ini?
Fun. Ya strategi ini masih memberikan sensasi fun dalam jangka pendek, namun
tidak sebombastis strategi scalping. Strategi ini seringkali juga masih
menghipnotis trader untuk jadi addictive, namun efek psikologisnya tidak
sebesar scalper.
Jadi, kalau dinilai secara
risiko, strategi ini lebih minim risiko dibandingkan scalping. Strategi ini
lebih cocok untuk diterapkan di saham daripada di Forex.
Selain itu, untuk strategi
swing trading (apalagi scalping), level risk to reward ratio (raasio pembatasan
risiko dibandingkan rasio keuntungan), tidak sepadan.
Seringkali kalau angka
proteksi kita buat kecil, cepat tersentuh dan harga mental lagi. Tapi kalau
dibesarkan level proteksinya, supaya tidak mudah tersentuh, maka
perbandingannya risiko akan lebih besar dibanding keuntungan. Demikian pula
halnya swing trader seperti scalper.. masih rawan dengan biaya komisi yang
berulang, sehingga bisa menjadi lebih besar / terakumulasi.
Coba Anda perhatikan data
berikut ini :
Ini adalah contoh transaksi swing trading /scalpinh dengan uang
Rp 10 juta, dalam 21 transaksi. Swing Trader ini berhasil 12 kali untung dan 9
kali rugi dalam tradingnya. Dari hal ini kita bisa menghitung win ratenya
sebesar 57,14%, bahkan ketika dihitung dalam 21 transaksi ini sebenarnya bisa
mendapatkan profit sebesar 750.000 rupiah. Namun, akibat terlalu sering
melakukan transaksi. Fee transaksi ini dihitung dengan 0.5%.
Lalu bagaimana hasil
terakhirnya? Ketika modal 10 juta rupiah, ditambahkan profit 750.000 lalu
dikurangi dengan fee transaksi 1.057.750, maka ia malah mengalami kerugian
sebesar 303.750. Inilah faktanya, jika trader terlalu sering trading yang
mengincar profit kecil tanpa memperhitungkan fee transaksi.
Kalau begitu bagaimana
caranya supaya trading untung besar , komisi kecil, dan tetap bisa menikmati
hidup? Dan bagaimana caranya supaya meskipun kita sering stop loss tapi tetap
untung?
Jika Anda ingin dapat uang
dengan cara yang lebih santai, strategi Super Trader lah jawabannya. Super
Trader atau dengan kata lain strategi trend following. Strategi ini tidak
terlalu banyak aktivitas beli dan jual.
Bisa jadi, dalam sebulan
cuma ada 1 atau 2 rekomendasi saja untuk beli saham. Meski demikian, sekali
beli, jika saham tersebut belum mengenai level proteksi, kita bisa
hold dalam waktu beberapa
bulan.
Berapa keuntungan yang
didapatkan? Keuntungannya bervariasi, berkisar puluhan % sampai bisa lebih dari
100%. Strategi ini memanfaatkan trend harga saham dan siklus jangka menengah.
Oleh karena itu, tidak heran jika kita buy and hold dalam beberapa bulan,
sampai trend naik patah. Strategi ini memungkinkan Anda untuk tetap tetap bisa
beraktivitas, belajar dan bekerja sambil melihat pertumbuhan profit dair saham
Anda. Karena sederhana, strategi ini cocok untuk semua orang baik pemula atupun
professional. Memang tidak seheboh swing trade atau scalping.
Tapi bukankah memang itu
yang kita cari? Rasa tenang dan tidak heboh karena naik turunnya harga saham.
Selain itu, perlu Anda ketahui, jika Anda trading santai seperti ini dan tidak
terlalu sering membuat fee transaksi tidaklah terlalu besar. Range kisaran fee
transaksi beli dan jual saham 0.3-0.7%. Bayangkan jika Anda menjadi seorang day
trader, yang hanya mengincar profit 1-3% an namun untuk melakukan transaksi
beli dan jual saham, Anda harus menanggung fee sampai 0.7% baik ketika Anda
jual untung maupun jual rugi.
Strategi super trader
memampukan banyak orang, dari segala kalangan, tua muda, pelajar/pekerja bahkan
pensiunan bisa trading santai dan mendapatkan keuntungan yang besar serta
risiko yang relatif kecil.
Sungguh ini adalah kondisi
yang diharapkan banyak orang bukan? Anda bahkan bisa tetap sekolah/kuliah,
bekerja di perusahaan, mengembangkan bisnis start up Anda atau meneruskan usaha
orang tua, menikmati masa tua bersama dengan orang yang dikasihi dan
mengubahkan standart hidup Anda. (dna/detik)
