PLN investasi Rp 500 miliar
Minggu, 09 Desember 2018
PT PLN memperkuat sistem kelistrikan dengan meningkatkan keandalan pasokan pada sisi transmisi, terutama di distrik Jakarta, Banten dan distrik Jawa Bali secara borongan dimana total investasinya menjangkau Rp 500 miliar.
Hal ini ditandai dengan dimulainya kegiatan penggantian konduktor Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Balaraja-Lengkong-Gandul (BALEGA), disela yang sama juga digelarnya doa bareng dan santunan untuk dhuafa di dekat lokasi proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong, Jakarta (7/12).
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) dimana jalur utama ialah Balaraja - Lengkong - Gandul (BALEGA).
Sumbernya dari BALEGA berasal dari sistem pembangkit PLTU Suralaya, PLTU Suralaya Baru, Independent Power Producer (IPP) Banten Lestari dan rencana peningkatan IPP Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 MW yang bakal beroperasi tahun 2020.
Pada kegiatan penggantian konduktor SUTET 500 kV ini, PLN berkomitmen memakai teknologi terkini, laksana konduktor jenis High Temperature Low Sagging (HTLS) yang dapat menambah dua kali kapasitas tanpa peningkatan berat konduktor.
Sehingga mempercepat pelaksanaan kegiatan yang tidak membutuhkan adanya modifikasi terhadap tower transmisi eksisting. Penggantian Material Transmisi Utama (MTU) dilaksanakan sebagai tahapan persiapan penggantian konduktor jalur BALEGA untuk mengawal keandalan pasokan listrik di sistem Jawa Bali.
Selain kegiatan tersebut ialah adanya kegiatan penggantian Capacitor Voltage Transformer (CVT) di GITET Cilegon Baru dan GITET Balaraja. CVT adalah salah satu MTU untuk memahami besaran tegangan listrik pada Gardu Induk sampai-sampai petugas bisa memonitor tegangan yang masuk dengan baik dan sistematis.
Secara rutin juga dilaksanakan pengujian perlengkapan dan sistem proteksi untuk memastikan keandalan pasokan listrik pada sistem.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS menyatakan, dirinya berharap supaya perekonomian dan pengembangan investasi yang dibuntuti dengan terbukanya lapangan kerja semakin bertambah dengan tersedianya pasokan listrik yang andal.
“Terlebih dalam mempersiapkan keandalan pasokan listrik menyambut pesta demokrasi di Indonesia pada 2019,” ujarnya dala,m siaran pers, Jumat (7/12).
Rangkaian kegiatan penggantian konduktor SUTET 500 kV BALEGA ini pun adalah bagian dari Program 35.000 MW dalam tujuan PLN mengarah ke rasio elektrifikasi 100% pada 2020.
Hal ini ditandai dengan dimulainya kegiatan penggantian konduktor Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Balaraja-Lengkong-Gandul (BALEGA), disela yang sama juga digelarnya doa bareng dan santunan untuk dhuafa di dekat lokasi proyek Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong, Jakarta (7/12).
Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) dimana jalur utama ialah Balaraja - Lengkong - Gandul (BALEGA).
Sumbernya dari BALEGA berasal dari sistem pembangkit PLTU Suralaya, PLTU Suralaya Baru, Independent Power Producer (IPP) Banten Lestari dan rencana peningkatan IPP Jawa 7 berkapasitas 2x1.000 MW yang bakal beroperasi tahun 2020.
Pada kegiatan penggantian konduktor SUTET 500 kV ini, PLN berkomitmen memakai teknologi terkini, laksana konduktor jenis High Temperature Low Sagging (HTLS) yang dapat menambah dua kali kapasitas tanpa peningkatan berat konduktor.
Sehingga mempercepat pelaksanaan kegiatan yang tidak membutuhkan adanya modifikasi terhadap tower transmisi eksisting. Penggantian Material Transmisi Utama (MTU) dilaksanakan sebagai tahapan persiapan penggantian konduktor jalur BALEGA untuk mengawal keandalan pasokan listrik di sistem Jawa Bali.
Selain kegiatan tersebut ialah adanya kegiatan penggantian Capacitor Voltage Transformer (CVT) di GITET Cilegon Baru dan GITET Balaraja. CVT adalah salah satu MTU untuk memahami besaran tegangan listrik pada Gardu Induk sampai-sampai petugas bisa memonitor tegangan yang masuk dengan baik dan sistematis.
Secara rutin juga dilaksanakan pengujian perlengkapan dan sistem proteksi untuk memastikan keandalan pasokan listrik pada sistem.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS menyatakan, dirinya berharap supaya perekonomian dan pengembangan investasi yang dibuntuti dengan terbukanya lapangan kerja semakin bertambah dengan tersedianya pasokan listrik yang andal.
“Terlebih dalam mempersiapkan keandalan pasokan listrik menyambut pesta demokrasi di Indonesia pada 2019,” ujarnya dala,m siaran pers, Jumat (7/12).
Rangkaian kegiatan penggantian konduktor SUTET 500 kV BALEGA ini pun adalah bagian dari Program 35.000 MW dalam tujuan PLN mengarah ke rasio elektrifikasi 100% pada 2020.