Harga Jasa Marga (JSMR) Sedang Turun, Dirut Tetap Optimis

Harga saham JSMR sedang berada di Rp 4.160 per saham, turun 34,11% secara year to date (ytd). Sepanjang tahun 2018, saham emiten BUMN naik turun sampai menyentuh level terendah di angka Rp 3.820. Padahal, pada perdagangan awal tahun ini, harga saham masih berada di angka Rp 6.115.

Dilansir dari Kontan kamis (29/11), Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyebut, turunnya harga saham perseroan adalah imbas dari ketidakstabilan situasi makro ekonomi. Ketidakstabilan tersebut mengakibatkan pasar modal menjadi tidak kondusif. “Itu dari makronya. Kalau harga saham tersebut ada dua, fundamental sama marketnya, fundamental fundamental kami kan baik–baik saja, dengan kata lain kami terbawa situasi pasar,” kata Desi

Desi melihat, ketidakstabilan situasi makro ekonomi ini melewati keputusan Bank Indonesia (BI) mendongkrak tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate (7DRR) sejumlah total 175 basis poin (bps) sepanjang tahun 2018. Pada 15 November kemudian BI kembali mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 6%.

Keputusan tersebut sebagai respon atas rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) mendongkrak suku bunga acuannya di akhir tahun 2018.

Desi optimistis situasi pergerakan saham emiten BUMN sektor infrastruktur dapat kembali membaik. “Kalau nanti telah normal baru bakal naik lagi, fundamental sudah bagus, saya dengar di tahun 2019 ketidakstabilan makro ekonomi ini bakal selesai, hanya tidak tahu di bulan apa,” pungkasnya dia.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel