Biar Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Asuransi Jiwa, Berjangka, Seumur Hidup, Dwiguna, dan Unit Link


Setiap Jenis asuransi memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, pastikan jenis asuransi jiwa yang kita pilih cocok dengan kebutuhan. Hingga ketika ini, di Indonesia ada sejumlah jenis asuransi jiwa yang dapat  kamu pilih. Setiap jenis asuransi memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Nah, supaya tidak salah pilih dalam memilih asuransi jiwa untuk melakukan pembelian, pastikan  kamu telah mempunyai pengetahuan lebih luas dan jelas mengenai perbedaan-perbedaan asuransi jiwa.

Berikut Bedanya Asuransi Jiwa, Berjangka, Seumur Hidup, Dwiguna, dan Unit Link:

1. Asuransi Jiwa Berjangka
Asuransi jiwa berjangka atau yang sering disebut term life insurance memberikan perlindungan dalam jangka atau periode waktu tertentu. Periode ini sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan asuransi dengan pemegang polis. Contohnya,  kamu ingin terikat dengan produk ini dalam waktu 10 tahun, maka dalam kurung waktu tersebut, asuransi ini melindungi diri dan juga keluarga  kamu jika si pemegang polis meninggal dunia akibat kecelakaan.

Perlindungan yang diberikan berupa santunan yang ditujukan kepada ahli waris sesuai polis. Namun, jika melewati jangka waktu yang disepakati, maka pertanggungan tersebut pun berakhir, sehingga tidak ada hubungan apa pun antara perusahaan asuransi dengan si pemegang polis.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup
Selanjutnya ada asuransi jiwa seumur hidup (whole life insurance) atau yang lebih dikenal juga sebagai asuransi jiwa permanen/tetap. Seperti namanya, asuransi ini akan memberikan perlindungan kepada nasabah selama hidup tertanggung (hingga umur 99 atau 100 tahun) dengan catatan polis selalu aktif. Agar polis tersebut dalam keadaan aktif,  kamu hanya disarankan membayar premi secara rutin tanpa tunggakan, maka tertanggung akan mendapatkan perlindungan. Namun, khusus untuk perlindungan cacat tetap biasanya berakhir pada usia tertentu, seperti 60 tahun.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna
Jika  kamu ingin memiliki asuransi jiwa sekaligus sebagai investasi atau tabungan, pilih jenis asuransi dwiguna atau endowment. Seperti namanya, asuransi ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sebagian untuk perlindungan terhadap jiwa dengan memberi tanggungan finansial atas kematian dan cacat tetap yang dialami pemegang polis, sedangkan untuk bagian tabungan, asuransi ini bisa diharapkan untuk  kamu yang ingin memiliki tabungan hari tua atau pendidikan anak  kamu yang bisa dicairkan jika masa berlaku polis ini habis.

4. Asuransi Jiwa Unit Link
Jenis asuransi jiwa yang terakhir adalah asuransi unit link. Pada umumnya, jenis asuransi jiwa ini hampir sama dengan asuransi jiwa dwiguna. Namun, perbedaan yang mencolok terdapat di bagian investasi atau tabungan. Untuk jenis asuransi ini, premi yang  kamu bayarkan setiap bulan untuk melindungi jiwa akan digunakan sebagai modal investasi oleh perusahaan asuransi tersebut. Setiap bulannya si pemegang polis akan mendapatkan laporan investasi yang dilakukan. Namun, jangan kaget jika hasil investasi yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan  kamu melakukan investasi sendiri.

Produk asuransi jiwa apa pun yang akhirnya  kamu putuskan untuk miliki, kesemuanya memiliki manfaat tersendiri bagi diri  kamu dan keluarga. Selalu pastikan asuransi jiwa yang  kamu miliki adalah asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan  kamu dan keluarga.

Biar Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Asuransi Jiwa, Berjangka, Seumur Hidup, Dwiguna, dan Unit Link


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel