Biar Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Asuransi Jiwa, Berjangka, Seumur Hidup, Dwiguna, dan Unit Link
Sabtu, 29 September 2018
Setiap Jenis asuransi
memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, pastikan jenis asuransi jiwa yang
kita pilih cocok dengan kebutuhan. Hingga ketika ini, di Indonesia ada sejumlah
jenis asuransi jiwa yang dapat kamu
pilih. Setiap jenis asuransi memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing.
Nah, supaya tidak salah pilih dalam memilih asuransi jiwa untuk melakukan
pembelian, pastikan kamu telah mempunyai
pengetahuan lebih luas dan jelas mengenai perbedaan-perbedaan asuransi jiwa.
Berikut Bedanya Asuransi
Jiwa, Berjangka, Seumur Hidup, Dwiguna, dan Unit Link:
1. Asuransi Jiwa Berjangka
Asuransi jiwa berjangka atau
yang sering disebut term life insurance memberikan perlindungan dalam jangka
atau periode waktu tertentu. Periode ini sesuai dengan kesepakatan antara
perusahaan asuransi dengan pemegang polis. Contohnya, kamu ingin terikat dengan produk ini dalam
waktu 10 tahun, maka dalam kurung waktu tersebut, asuransi ini melindungi diri
dan juga keluarga kamu jika si pemegang
polis meninggal dunia akibat kecelakaan.
Perlindungan yang diberikan
berupa santunan yang ditujukan kepada ahli waris sesuai polis. Namun, jika
melewati jangka waktu yang disepakati, maka pertanggungan tersebut pun
berakhir, sehingga tidak ada hubungan apa pun antara perusahaan asuransi dengan
si pemegang polis.
2. Asuransi Jiwa Seumur
Hidup
Selanjutnya ada asuransi
jiwa seumur hidup (whole life insurance) atau yang lebih dikenal juga sebagai
asuransi jiwa permanen/tetap. Seperti namanya, asuransi ini akan memberikan
perlindungan kepada nasabah selama hidup tertanggung (hingga umur 99 atau 100
tahun) dengan catatan polis selalu aktif. Agar polis tersebut dalam keadaan
aktif, kamu hanya disarankan membayar
premi secara rutin tanpa tunggakan, maka tertanggung akan mendapatkan
perlindungan. Namun, khusus untuk perlindungan cacat tetap biasanya berakhir
pada usia tertentu, seperti 60 tahun.
3. Asuransi Jiwa Dwiguna
Jika kamu ingin memiliki asuransi jiwa sekaligus
sebagai investasi atau tabungan, pilih jenis asuransi dwiguna atau endowment.
Seperti namanya, asuransi ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu sebagian untuk
perlindungan terhadap jiwa dengan memberi tanggungan finansial atas kematian
dan cacat tetap yang dialami pemegang polis, sedangkan untuk bagian tabungan,
asuransi ini bisa diharapkan untuk kamu
yang ingin memiliki tabungan hari tua atau pendidikan anak kamu yang bisa dicairkan jika masa berlaku
polis ini habis.
4. Asuransi Jiwa Unit Link
Jenis asuransi jiwa yang
terakhir adalah asuransi unit link. Pada umumnya, jenis asuransi jiwa ini
hampir sama dengan asuransi jiwa dwiguna. Namun, perbedaan yang mencolok
terdapat di bagian investasi atau tabungan. Untuk jenis asuransi ini, premi
yang kamu bayarkan setiap bulan untuk
melindungi jiwa akan digunakan sebagai modal investasi oleh perusahaan asuransi
tersebut. Setiap bulannya si pemegang polis akan mendapatkan laporan investasi
yang dilakukan. Namun, jangan kaget jika hasil investasi yang diberikan jauh
lebih kecil dibandingkan kamu melakukan
investasi sendiri.
Produk asuransi jiwa apa pun
yang akhirnya kamu putuskan untuk
miliki, kesemuanya memiliki manfaat tersendiri bagi diri kamu dan keluarga. Selalu pastikan asuransi
jiwa yang kamu miliki adalah asuransi
jiwa yang sesuai dengan kebutuhan kamu
dan keluarga.