Tahun 2022, Ekonomi digital bakal tumbuh 4 kali lipat
Senin, 10 Desember 2018
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan ekonomidigital di Indonesia bakal terus meningkat di tiap-tiap tahunnya.
Mengacu data dari Mckinsey, Global Merchandise Value (GMV) Ekonomi Digital Indonesia tahun lalu menjangkau US$ 8 miliar diduga akan tumbuh terus katanya akan menjangkau 4 kali di tahun 2022,” ungkap Triawan, Jumat (7/12) dilansir dari kontan.co.id.
Sementara, guna target ke depannya tidak dirinci secara spesifik berhubungan digitalisasi promosi dan transaksi. Namun guna target total seluruh konten e-commerce pada tahun 2020 diduga mencapai US$ 120 miliar. "Karena nyaris semua konten yang menjadi target E-Commerce yakni tahun 2020, US$ 120 miliar ialah terdiri dari sub sektor-sektor Ekonomi Kreatif," tambahnya.
Dari data Bekraf, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 1.105 triliun masing-masing tahun 2018, mengalami eskalasi 5,60%.
Setahun sebelumnya PDB dari sektor ekonomi kreatif ini senilai Rp 1.009 triliun. Ini memberikan kontribusi sekitar 7,57% untuk PDB Nasional masing-masing tahun 2017.
Untuk penyerapan tenaga kerja pada sektor ini tahun 2018, Bekraf menjelaskan sekitar 18,10 juta orang. SJika ditarik dari 2015 menyerap 15,96 juta orang, kemudian 2016 menyerap 16,90 orange dan 2017 sekitar 17,45 juta orang. Ini berkontribusi sekitar 13,74% terhadap tenaga kerja nasional.
Triawan pun menjelaskan ekonomi digital tidak saja sekedar mencantol startup digital. Melainkan seluruh transaksi yang dilaksanakan lewat digital platform guna sub sektor-sektor ekonomi kreatif laksana fashion, kriya dan food.
Untuk itu, Triawan menuturkan perlunya pendampingan berhubungan detil-detil dalam industri kreatif tersebut. Pendampingan tersebut terkait packaging, branding, inventory management, delivery management dan mengawalk konsistensi buatan "Jadi itu di luar startup digital dan e-commerce, tetapi seller-nya butuh di mentoring juga," pungkasnya.
Mengacu data dari Mckinsey, Global Merchandise Value (GMV) Ekonomi Digital Indonesia tahun lalu menjangkau US$ 8 miliar diduga akan tumbuh terus katanya akan menjangkau 4 kali di tahun 2022,” ungkap Triawan, Jumat (7/12) dilansir dari kontan.co.id.
Sementara, guna target ke depannya tidak dirinci secara spesifik berhubungan digitalisasi promosi dan transaksi. Namun guna target total seluruh konten e-commerce pada tahun 2020 diduga mencapai US$ 120 miliar. "Karena nyaris semua konten yang menjadi target E-Commerce yakni tahun 2020, US$ 120 miliar ialah terdiri dari sub sektor-sektor Ekonomi Kreatif," tambahnya.
Dari data Bekraf, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif menyumbang Rp 1.105 triliun masing-masing tahun 2018, mengalami eskalasi 5,60%.
Setahun sebelumnya PDB dari sektor ekonomi kreatif ini senilai Rp 1.009 triliun. Ini memberikan kontribusi sekitar 7,57% untuk PDB Nasional masing-masing tahun 2017.
Untuk penyerapan tenaga kerja pada sektor ini tahun 2018, Bekraf menjelaskan sekitar 18,10 juta orang. SJika ditarik dari 2015 menyerap 15,96 juta orang, kemudian 2016 menyerap 16,90 orange dan 2017 sekitar 17,45 juta orang. Ini berkontribusi sekitar 13,74% terhadap tenaga kerja nasional.
Triawan pun menjelaskan ekonomi digital tidak saja sekedar mencantol startup digital. Melainkan seluruh transaksi yang dilaksanakan lewat digital platform guna sub sektor-sektor ekonomi kreatif laksana fashion, kriya dan food.
Untuk itu, Triawan menuturkan perlunya pendampingan berhubungan detil-detil dalam industri kreatif tersebut. Pendampingan tersebut terkait packaging, branding, inventory management, delivery management dan mengawalk konsistensi buatan "Jadi itu di luar startup digital dan e-commerce, tetapi seller-nya butuh di mentoring juga," pungkasnya.
