Bulan lalu, Pendapatan Tetap Rekadana Tebaik Diraih HPAM Ultima Obligasi Plus
Rabu, 05 Desember 2018
Didukung membaiknya kondisi pasar obligasi Indonesia ini membuat dampak positif terhadap kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap sepanjang bulan lalu. Berdasarkan data Infovesta Utama di Infovesta Fixed Income Fund Index tercatat kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap tumbuh 2,80% month on month (mom) pada November lalu. Meski, di bulan sebelumnya, kinerja rata-rata reksadana ini terkoreksi 0,91% (mom). Adapun kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap sepanjang tahun 2018 ini masih minus 2,12% (ytd).
Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, peningkatan kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap diuntungkan oleh tren kenaikan harga SUN di pasar Surat Berharga Negara (SBN) pada bulan lalu.
Tren kenaikan SUN menjadikan efek berantai dari masuknya kembali dana investor asing ke pasar obligasi negeri yang kemudian mendorong penguatan nilai tukar. “Kenaikan harga SUN begitu terasa, karena mayoritas reksadana pendapatan tetap memiliki SUN sebagai aset dasarnya,” terang dia, Rabu (5/12) dilansir dari kontan.co.id.
Produk reksadana pendapatan tetap yang berhasil memperoleh kinerja bagus sepanjang November kemarin adalah HPAM Ultima Obligasi Plus. Saat itu, reksadana tersebut mencetak return sebesar 7,43% (mom).
Managing Director, Head Sales & Marketing Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Markam Halim menyebut, pihaknya sudah mengantisipasi momen kenaikan harga SUN. Semenjak harga SUN masih dalam tren penurunan, manajer investasi sudah melakukan pembelian secara berkala. Alhasil, kinerja produknya akan melonjak begitu harga SUN mulai berbalik arah.
Selain hal itu, pihaknya juga tak hanya bergantung pada obligasi pemerintah. Instrumen obligasi korporasi juga menjadi pilihan tertentu yang tergantung dari ketersediaan dan harganya.
Dia juga melanjutkan, seiring membaiknya kinerja reksadana pendapatan tetap, permintaan terhadap produk tersebut juga meningkat meskit tidak signifikan. “Di saat yang sama reksadana saham juga mengalami perbaikan performa,” pungkasnya.
Markam pun yakin reksadana pendapatan tetap secara keseluruhan akan kembali mengalami peningkatan kinerja dengan sendirinya. Pasalnya, tren kenaikan harga SUN masih berlanjut dan pergerakan rupiah cenderung akan lebih stabil.
Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, peningkatan kinerja rata-rata reksadana pendapatan tetap diuntungkan oleh tren kenaikan harga SUN di pasar Surat Berharga Negara (SBN) pada bulan lalu.
Tren kenaikan SUN menjadikan efek berantai dari masuknya kembali dana investor asing ke pasar obligasi negeri yang kemudian mendorong penguatan nilai tukar. “Kenaikan harga SUN begitu terasa, karena mayoritas reksadana pendapatan tetap memiliki SUN sebagai aset dasarnya,” terang dia, Rabu (5/12) dilansir dari kontan.co.id.
Produk reksadana pendapatan tetap yang berhasil memperoleh kinerja bagus sepanjang November kemarin adalah HPAM Ultima Obligasi Plus. Saat itu, reksadana tersebut mencetak return sebesar 7,43% (mom).
Managing Director, Head Sales & Marketing Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Markam Halim menyebut, pihaknya sudah mengantisipasi momen kenaikan harga SUN. Semenjak harga SUN masih dalam tren penurunan, manajer investasi sudah melakukan pembelian secara berkala. Alhasil, kinerja produknya akan melonjak begitu harga SUN mulai berbalik arah.
Selain hal itu, pihaknya juga tak hanya bergantung pada obligasi pemerintah. Instrumen obligasi korporasi juga menjadi pilihan tertentu yang tergantung dari ketersediaan dan harganya.
Dia juga melanjutkan, seiring membaiknya kinerja reksadana pendapatan tetap, permintaan terhadap produk tersebut juga meningkat meskit tidak signifikan. “Di saat yang sama reksadana saham juga mengalami perbaikan performa,” pungkasnya.
Markam pun yakin reksadana pendapatan tetap secara keseluruhan akan kembali mengalami peningkatan kinerja dengan sendirinya. Pasalnya, tren kenaikan harga SUN masih berlanjut dan pergerakan rupiah cenderung akan lebih stabil.