Tahun Depan, Asuransi Unitlink Diprediksi Tetap Diburu Para Nasabah
Rabu, 28 November 2018
Industri asuransi jiwa masih mempunyai peluang yang tinggi untuk dapat menambah penetrasi asuransi jiwa, salah satunya dengan melihat jumlah besar warga Indonesia dan masih sedikitnya warga yang mempunyai asuransi jiwa. Unit Link merupakan produk perusahaan asuransi jiwa yang menggabungkan perlindungan dengan nilai investasi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, di kuartal III-2018 pendapatan premi secara industri menjangkau Rp 141,14 triliun. Kemudian AAJI Maryoso Sumaryono memprediksi bahwa sampai akhir tahun pendapatan premi diprediksikan naik 14,4% atau senilai Rp 221,19 triliun.
Dari forecasting pendapatan premi industri akhir tahun tersebut, premi unitlink ditebak masih mendominasi sebesar 51,8% atau Rp 114,51 triliun sementara premi tradisional ditebak menyumbang 48,2% atau Rp 106,75 triliun.
Data OJK pun menunjukkan prediksi pendapatan premi industri asuransi jiwa di tahun 2019 akan menjangkau 257,38 triliun dengan rincian premi unitlink ditebak mencapai Rp 131,16 triliun dan premi tradisional menjangkau Rp 126,51 triliun.
AAJI mempercayai produk unitlink masih bakal mendominasi pendapatan premi industri asuransi dalam sejumlah waktu ke depan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu juga mengatakan, sampai saat ini unitlink masih menjadi produk yang diharapkan dan diperlukan oleh masyarakat.
“Masyarakat anda itu ingin memandang polis asuransi jiwa unitlink sebagai instrumen investasi, yang bisa mereka nikmati pada ketika mereka pensiun atau bukan lagi produktif. Sehingga di masa tuanya, mereka tetap mempunyai tabungan,” katanya.
Menurutnya, unitlink yang memberikan proteksi sekaligus investasi dengan IHSG sebagai acuan berinvestasi, dalam jangka panjang angkanya tidak jarang kali meningkat cocok dengan natur asuransi jiwa unitlink yang pun mempunyai jangka masa-masa yang panjang.
Tren perkembangan premi unit link pun terjadi pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Direktur Allianz Life Indonesia, Meylindawati mengatakan sampai ktober 2018, perusahaannya mencatatkan perkembangan positif atas pendapatan premi produk unit link Allianz.
Ia mengatakan, eskalasi premi unitlink Allianz selaras dengan bisnis asuransi yang terus bertumbuh terutama melewati kanal penyaluran agensi dan bancassurance.
“Per Oktober 2018, pendapatan premi unit link Allianz menjangkau Rp 5,87 triliun atau naik sebesar 26,25% secara year on year (yoy)," pungkasnya dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (28/11).
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, di kuartal III-2018 pendapatan premi secara industri menjangkau Rp 141,14 triliun. Kemudian AAJI Maryoso Sumaryono memprediksi bahwa sampai akhir tahun pendapatan premi diprediksikan naik 14,4% atau senilai Rp 221,19 triliun.
Dari forecasting pendapatan premi industri akhir tahun tersebut, premi unitlink ditebak masih mendominasi sebesar 51,8% atau Rp 114,51 triliun sementara premi tradisional ditebak menyumbang 48,2% atau Rp 106,75 triliun.
Data OJK pun menunjukkan prediksi pendapatan premi industri asuransi jiwa di tahun 2019 akan menjangkau 257,38 triliun dengan rincian premi unitlink ditebak mencapai Rp 131,16 triliun dan premi tradisional menjangkau Rp 126,51 triliun.
AAJI mempercayai produk unitlink masih bakal mendominasi pendapatan premi industri asuransi dalam sejumlah waktu ke depan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu juga mengatakan, sampai saat ini unitlink masih menjadi produk yang diharapkan dan diperlukan oleh masyarakat.
“Masyarakat anda itu ingin memandang polis asuransi jiwa unitlink sebagai instrumen investasi, yang bisa mereka nikmati pada ketika mereka pensiun atau bukan lagi produktif. Sehingga di masa tuanya, mereka tetap mempunyai tabungan,” katanya.
Menurutnya, unitlink yang memberikan proteksi sekaligus investasi dengan IHSG sebagai acuan berinvestasi, dalam jangka panjang angkanya tidak jarang kali meningkat cocok dengan natur asuransi jiwa unitlink yang pun mempunyai jangka masa-masa yang panjang.
Tren perkembangan premi unit link pun terjadi pada PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. Direktur Allianz Life Indonesia, Meylindawati mengatakan sampai ktober 2018, perusahaannya mencatatkan perkembangan positif atas pendapatan premi produk unit link Allianz.
Ia mengatakan, eskalasi premi unitlink Allianz selaras dengan bisnis asuransi yang terus bertumbuh terutama melewati kanal penyaluran agensi dan bancassurance.
“Per Oktober 2018, pendapatan premi unit link Allianz menjangkau Rp 5,87 triliun atau naik sebesar 26,25% secara year on year (yoy)," pungkasnya dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (28/11).